Ini Alasan Bea dan Cukai Tak Beri Perlakuan Khusus Barang Kiriman meski Ada Wabah Corona

Kompas.com - 03/03/2020, 16:31 WIB
Kantor Bea Cukai Tanjung Emas Semarang, Jateng. KOMPAS.com/RISKA FARASONALIAKantor Bea Cukai Tanjung Emas Semarang, Jateng.
Penulis Mutia Fauzia
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai Kementerian Keuangan mengaku belum melakukan perlakuan khusus terhadap barang kiriman.

Hal tersebut disampaikan Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga Ditjen Bea dan Cukai Syarif Hidayat terkait dengan wabah virus corona.

Ia mengatakan, berdasarkan standar operasional yang berlaku dan informasi yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) serta Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), virus corona tidak menyebar melalui barang.

"Mengacu penjelasan Kemenkes saja karena kami bukan ahlinya. Dari sisi kami tidak khawatir mengenai barang-barang yang dikirimkan, karena tidak dikategorikan sebagai pembawa (virus), tidak ada sama sekali," ujar Syarif ketika memberi penjelasan kepada awak media di Jakarta, Selasa (3/3/2020).

Baca juga: Rekam Jejak 4 Calon CEO Ibu Kota Baru, Ahok Hingga Azwar Anas

Syarif pun mengatakan, sejak ada kasus virus corona yang merebak dari China, terjadi kemerosotan volume barang kiriman.

Namun, ia mengatakan, penurunan juga terjadi akibat kebijakan penurunan ambang batas atau deminimis value untuk impor barang kiriman menjadi hanya 3 dollar AS di awal tahun.

Dia memaparkan, dari sisi volume netto pengiriman terjadi penurunan 61 persen, sedangkan nilai impor barang kiriman turun 63,6 persen dan dari dokumen sebesar 65 persen.

"Ini kami pikir tidak hanya karena PMK 199, tapi ada juga faktor perpanjangan libur Imlek (di China) dan virus corona yang menyebabkan penurunan dari sisi nilai barang kiriman pasca-aturan itu diumumkan 31 Januari," ujar dia.

Baca juga: Simak Tips Sebelum Mengambil Pinjaman Online

Hingga saat ini, pengamanan barang terus dilakukan oleh petugas Bea dan Cukai yang berada di lapangan. Beberapa hal yang dilakukan yaitu dengan penggunaan masker, sarung tangan, dan imbauan untuk rajin melakukan cuci tangan setelah melakukan pekerjaan.

"SOP dari kementerian/lembaga lain, teman-teman di lapangan melakukan pengamanan diri sendiri, seperti pakai masker, sarung tangan, rajin melakukan cuci tangan pasca-melakukan pekerjaan," jelas Syarif.

"Khususnya atensi ke negara-negara suspect WHO," ujar dia.

Baca juga: Imbas Corona, Penjual Jamu Keluhkan Meroketnya Harga Bahan Baku



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X