KPPU Sudah Meneliti Lonjakan Harga Masker, Ini Hasilnya

Kompas.com - 03/03/2020, 18:16 WIB
Komisioner KPPU Guntur Saragih (biru) saat melakukan konferensi pers soal kartel masker akibat virus corona di Jakarta, Selasa (3/3/2020). KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYAKomisioner KPPU Guntur Saragih (biru) saat melakukan konferensi pers soal kartel masker akibat virus corona di Jakarta, Selasa (3/3/2020).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengatakan sudah melakukan penelitian penyebab melambungnya harga masker.

Namun Komisioner KPPU Guntur Saragih menyampaikan, penelitian dilakukan sebelum adanya informasi WNI positif corona.

Baca juga: Harga Sekotak Masker di Online Shop Tembus Rp 1,7 Juta

Dari hasil penelitian, KPPU belum menemukan adanya produsen utama yang melanggar Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli.

Pasalnya, produsen dan pelaku utama dalam struktur utama pemasok masker dalam negeri telah mendapat izin Kementerian Kesehatan dan harus memenuhi standar yang baik. Saat ini, terdapat jumlah 28 produsen, 55 distributor, dan 22 importir dalam negeri.

"Kami belum menemukan adanya pelaku usaha yang melakukan pelanggaran. Kalaupun ada kenakalan (itu ditengarai) dalam rantai distribusi (spekulan). Saya apresiasi pihak pelaku usaha yang tidak menaikkan harga," kata Guntur di Jakarta, Selasa (3/3/2020).

Guntur menyebut, naiknya harga masker masih dalam angka yang wajar. Namun dia tidak menutup celah bagi masyarakat yang ingin melaporkan kasus bila ditemukan harga masker yang dijual dengan harga tidak wajar oleh pelaku usaha.

Baca juga: YLKI: Produsen Masker Jangan Manfaatkan Virus Corona untuk Naikkan Harga

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X