Erick Thohir Minta BUMN Farmasi Jaga Stabilitas Harga Masker

Kompas.com - 03/03/2020, 20:06 WIB
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (21/2/2020). Kompas.com/AKHDI MARTIN PRATAMAMenteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (21/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meminta BUMN-BUMN terkait untuk melakukan antisipasi dampak merebaknya virus Corona.

Dalam surat edaran yang diteken pada Selasa (3/3/2020), Erick Thohir salah satunya meminta agar BUMN farmasi untuk mempertahankan ketersediaan stok dan menjaga stabilitas harga alat pelindung diri (termasuk masker), cairan antiseptik atau alat-alat sanitasi.

Dalam surat edaran tersebut, terdapat dua pokok yang disorot Erick, yakni terkait penanganan kewaspadaan terhadap penyebaran virus corona di internal dan kepada perusahaan BUMN yang memberikan pelayanan publik.

Baca juga: Ada Wabah Corona, Inflasi Diyakini Masih Terjaga

Terkait dengan BUMN yang memberikan pelayanan publik, ada 8 poin yang diinstruksikan Erick. Delapan poin itu sebagai berikut:

Memperkuat koordinasi dengan kementerian/lembaga lainnya, pemerintah daerah, rumah sakit, dan institusi di luar pemerintah untuk aksi pencegahan maupun penanganan dan evalusi terhadap pelanggan yang diduga korban virus corona.

BUMN yang memiliki pelayanan rumah sakit, agar menyediakan crisis centre dan menyiapkan ruang isolasi selama wabah corona masih berlangsung.

BUMN farmasi diminta untuk mempertahankan ketersediaan stok dan menjaga stabilitas harga alat pelindung diri, cairan antiseptik atau alat-alat sanitasi.

BUMN pangan diminta untuk mempertahankan ketersediaan stok pangan dan bahan pokok, serta menjaga penyaluran selama wabah corona masih berlangsung.

BUMN pengangkutan dan logistik darat, laut, dan udara agar meningkatkan pengawasan dan mempersiapkan alur penanganan darurat di setiap bandara, pelabuhan, stasiun, terminal dan pelabuhan terhadap terduga korban virus corona.

BUMN migas dan energi diminta untuk menjaga ketersediaan BBM, gas dan elektrifikasi yang dibutuhkan oleh masyarakat.

BUMN pupuk diminta untuk menjaga ketersediaan stok dan penyalurannya kepada para petani.

BUMN parawisata diminta agar menjaga dan menyediakan alat-alat sanitasi bagi pengunjung dan menyiapkan penanganan darurat terhadap korban terduga virus corona.

“BUMN agar secara proaktif dan serius membantu pemerintah dalam memberikan dukungan untuk melindungi masyarakat terhadap penuebaran virus corona,” tulis Erick dalam surat edarannya yang dikutip Kompas.com, Selasa.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Susi Air Buka Lowongan Kerja Khusus untuk Masyarakat Pangandaran, Simak Posisi dan Syaratnya

Susi Air Buka Lowongan Kerja Khusus untuk Masyarakat Pangandaran, Simak Posisi dan Syaratnya

Work Smart
Banting Harga, Perusahaan Semen China Didenda KPPU Rp 22 Miliar

Banting Harga, Perusahaan Semen China Didenda KPPU Rp 22 Miliar

Whats New
[POPULER MONEY] Vaksin Gratis Tetap Ada | Cara Dapatkan BLT Ibu Hamil

[POPULER MONEY] Vaksin Gratis Tetap Ada | Cara Dapatkan BLT Ibu Hamil

Whats New
Selama Pandemi, Ekspor Sarang Burung Walet Indonesia Capai Rp 28,9 Triliun

Selama Pandemi, Ekspor Sarang Burung Walet Indonesia Capai Rp 28,9 Triliun

Whats New
Mengintip Makna dari Relief di Gedung Sarinah

Mengintip Makna dari Relief di Gedung Sarinah

Whats New
17 Ahli Waris Korban Sriwijaya Air SJ 182 Terima Santunan Rp 50 Juta dari Jasa Raharja

17 Ahli Waris Korban Sriwijaya Air SJ 182 Terima Santunan Rp 50 Juta dari Jasa Raharja

Whats New
Reklamasi Bekas Tambang Timah Habiskan Rp 29 Miliar

Reklamasi Bekas Tambang Timah Habiskan Rp 29 Miliar

Whats New
BPOM Jelaskan Alasan Vaksin Sinovac Boleh Digunakan meski Uji Klinis Fase III Belum Selesai

BPOM Jelaskan Alasan Vaksin Sinovac Boleh Digunakan meski Uji Klinis Fase III Belum Selesai

Whats New
Ini Enaknya Punya Kartu Kredit...

Ini Enaknya Punya Kartu Kredit...

Spend Smart
[POPULER DI KOMPASIANA] Parasut pada Pesawat | Kebijakan Baru WhatsApp | Setop Stigmatisasi Janda

[POPULER DI KOMPASIANA] Parasut pada Pesawat | Kebijakan Baru WhatsApp | Setop Stigmatisasi Janda

Rilis
Bea Cukai Tangkap Mafia Rokok Ilegal, Begini Kronologinya

Bea Cukai Tangkap Mafia Rokok Ilegal, Begini Kronologinya

Whats New
Meski Vaksin Mandiri untuk Korporasi Dibuka, Menkes Pastikan Vaksin Gratis Tetap Ada

Meski Vaksin Mandiri untuk Korporasi Dibuka, Menkes Pastikan Vaksin Gratis Tetap Ada

Whats New
Besok Tarif Tol Jakarta-Cikampek Naik, Ini Rinciannya

Besok Tarif Tol Jakarta-Cikampek Naik, Ini Rinciannya

Spend Smart
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Rokok Ilegal di Kepulauan Riau

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Rokok Ilegal di Kepulauan Riau

Whats New
Motivasi Kerja Hilang di Awal Tahun Baru? Cas Lagi dengan 6 Cara Ini

Motivasi Kerja Hilang di Awal Tahun Baru? Cas Lagi dengan 6 Cara Ini

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X