Kurangi Dampak Corona, Pemerintah Dorong Perbankan Turunkan Bunga Kredit

Kompas.com - 05/03/2020, 13:11 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, Rabu (4/3/2020). Dok. Kementerian Koordinator Bidang PerekonomianMenteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, Rabu (4/3/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah bersama dengan otoritas moneter dan pengawas pasar keuangan berupaya untuk menjaga stabilitas perekonomian di tengah gejolak yang muncul akibat wabah virus corona (covid-19).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pun mengatakan, salah satu upaya untuk bisa menjaga pertumbuhan ekonomi di tengah gejolak virus corona salah satunya dengan mendorong perbankan untuk menurunkan bunga kredit.

Sebab, Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah melonggarkan beberapa kebijakan terkait kredit.

"Pada dasarnya mendengar masukan dari stakeholder CEO perbankan, dan juga menyampaikan terkait prioritas pemerintah dengan stimulus paket pertama dan kedua tentu kebijakan yang diambil BI dan OJK dengan harapan tentu transmisi daripada penurunan suku bunga dari BI bisa dirasakan masyarakat," kata Airlangga di Jakarta, Kamis (5/3/2020).

Baca juga: IMF Kucurkan Rp 708,8 Triliun untuk Penanganan Virus Corona

BI sendiri akan menurunkan GWM valuta asing (valas) bank umum konvensional dan syariah, dari semula 8 persen menjadi 4 persen. Kebijakan ini berlaku mulai 16 Maret 2020.

Penurunan rasio GWM valas tersebut akan meningkatkan likuiditas valas di perbankan sekitar 3,2 miliar dollar AS dan sekaligus mengurangi tekanan di pasar valas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, BI juga akan menurunkan GWM Rupiah sebesar 50 basis point (bps) yang ditujukan kepada bank-bank yang melakukan kegiatan pembiayaan ekspor-impor, yang dalam pelaksanaannya akan berkoordinasi dengan pemerintah.

Adapun OJK merelaksasi pengaturan penilaian kualitas aset kredit dengan plafon sampai dengan Rp 10 miliar. Ini didasarkan pada satu pilar yaitu ketepatan pembayaran pokok dan/atau bunga, terhadap kredit yang telah disalurkan kepada debitur di sektor yang terdampak penyebaran virus corona (sejalan dengan sektor yang diberikan insentif oleh pemerintah).

"Bunganya pemerintah (Kredit Usaha Rakyat/KUR) kan sudah diputuskan 6 persen. Jadi diharapkan kredit yang lain tidak terlalu jauh," jelas Airlangga.

Baca juga: Virus Corona Berdampak ke Kredit Bermasalah? Ini Penjelasan Bank

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.