Kredit Macet Perbankan Naik Tipis di Februari 2020, Dampak Corona?

Kompas.com - 05/03/2020, 13:32 WIB
Ilustrasi NPL Thinkstockphotos.com/5432actionIlustrasi NPL

JAKARTA, KOMPAS.com - Virus corona yang merebak dari China, turut mengganggu kinerja perekonomian dalam negeri.

Pasalnya, sejak corona merebak awal tahun ini, berbagai aktifitas produksi manufaktur di China mandek. Hal tersebut turut berdampak kinerja perbankan akibat aktivitas produksi dalam negeri yang juga terganggu akibat kekurangan pasokan bahan baku di China.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Heru Kristiyana mengungkapkan hingga Februari 2020 rasio kredit macet (net performing loan/NPL) sebesar 2,77 persen.

Baca juga: Virus Corona Berdampak ke Kredit Bermasalah? Ini Penjelasan Bank

Angka tersebut meningkat tipis jika dibandingkan dengan realisasi NPL akhir tahun lalu yang sebesar 2,53 persen.

"NPL ini gross sekitar 2,53 persen memang ada peningkatan sedikit 2,77 persen," ujar Heru di Jakarta, Kamis (5/3/2020).

Heru pun mengungkapkan, ada banyak faktor yang menyebabkan NPL meningkat. Salah satunya adalah pertumbuhan kredit yang masih rendah tahun ini. Data OJK menunjukkan, pertumbuhan kredit per Januari 2020 tercatat 6,10 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"(NPL) naik itu karena faktornya banyak, salah satu faktornya kreditnya kan turun. Kredit turut maka sedikit kelihatan meningkat, tapi itu bukan quality-nya lho ya," ujar Heru.

Baca juga: Kurangi Dampak Corona, Pemerintah Dorong Perbankan Turunkan Bunga Kredit

Adapun pihak perbankan menilai hingga saat ini belum ada kenaikan rasio kredit macet. Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menyatakan hingga saat ini dampak virus corona terhadap rasio kredit macet perseroan belum terasa.

Namun demikian, pihaknya mengatakan industri harus melakukan langkah antisipasi agar kinerja perbankan tak terlalu terdampak virus corona.

Hal yang sama diungkapkan oleh Direktur Utama PT Bank BRI (Persero) Tbk dan Presiden Direktur PT CIMB Niaga Tbk Tigor Siahaan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.