Targetkan Produksi Minyak 1 Juta Barel Per Hari, Apa Langkah Pemerintah?

Kompas.com - 05/03/2020, 14:30 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Arifin Tasrif sebelum pelantikan menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Presiden RI Joko Widodo mengumumkan dan melantik Menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju serta pejabat setingkat menteri. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOMenteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Arifin Tasrif sebelum pelantikan menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Presiden RI Joko Widodo mengumumkan dan melantik Menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju serta pejabat setingkat menteri.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah berencana menaikkan kembali lifting minyak ke 1 juta barel per hari pada 2030. Hal itu disampaikan langsung oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif.

Lantas apa saja langkah yang akan dilakukan oleh pemerintah untuk menaikkan lifting minyak yang tahun ini ditargetkan masih 755.000 per hari?

“Untuk itu memang kita harus melakukan banyak langkah-langkah untuk bisa meningkatkan produksi antara lain," ujar Arifin seperti dikutip dari laman Setkab.go.id, Jakarta, Kamis (5/3/2020).

Baca juga: Asuransi Kesehatan Tanggung Biaya Perawatan Virus Corona, asalkan...

Ia melanjutkan, pemerintah sudah memiliki rencana untuk menggenjot lifting minyak. Pertama itu adalah mempertahankan tingkat produksi lapangan-lapangan yang ada.

Kedua, melakukan program reserve to the production. Sumber-sumber yang terdeteksi potensi-potensi jumlahnya akan segera diupayakan berproduksi.

Arifin mengatakan, lapangan minyak yang baru hingga yang sudah terditeksi bisa berproduksi dalam jangka waktu 10 tahun ke depan.

Baca juga: Ini Tanggal Pengumuman Hasil SKD CPNS

“Kita juga masih memiliki 13 ribu bekas lobang pengeboran yang sudah ditinggal. Nah ini juga kalau kita melakukan program rehabilitasi, kita masih bisa berharap ini juga bisa menghasilkan tambahan produksi minyak. Tetapi 13 ribu ini kan jumlahnya banyak,” kata dia.

Agar rencana ini berjalan, Arifin mengatakan perlunya banyak tenaga ahli, peralatan eksplorasi minyak dan investasi yang besar,

Oleh karena itu, Menteri ESDM menilai perlunya mobilisasi pengusaha dalam negeri maupun luar negeri agar mau berinvestasi di sektor minyak.

Baca juga: Virus Corona Berdampak ke Kredit Bermasalah? Ini Penjelasan Bank



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X