Omnibus Law Ditarget Rampung 100 Hari, Ketua Satgas: ini Zaman Teknologi

Kompas.com - 05/03/2020, 17:39 WIB
rosan roeslani KOMPAS.Com/Fitria Chusna Farisarosan roeslani

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo menargetkan pembahasan Rancangan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja dapat rampung dalam 100 hari kerja.

Target tersebut dinilai beberapa pihak tidak realistis, sebab negara-negara lain memerlukan waktu yang lebih untuk menuntaskan Undang-Undang serupa.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Omnibus Law Rosan Roeslani mengaku dirinya optimistis pembahasan Undang-Undang sapu jagat ini akan selesai sesuai dengan target yang telah dipasang Jokowi.

Baca juga: 23 Maret, Buruh Gelar Aksi Demo Besar-besaran Tolak Omnibus Law

Optimisme dirinya itu menurut dia, karena kemajuan teknologi yang dapat mempermudah pembahasan dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) nantinya.

"Ini kan semua zaman teknologi. Dulu juga kita tidak mungkin bisa foto-foto lewat handphone tapi sekarang bisa foto-foto dengan handphone iya kan," tuturnya.

Lebih lanjut, Rosan ingin pembahasan ini nantinya dapat dilakukan dengan cepat.

Namun, pada saat bersamaan ia berharap kemudahan perizinan menjadi bagian pasal yang tidak dihilangkan.

"Kalau kita lihat paling penting dari 174 pasal itu, ada 80 pasal sendiri di penyederhanaan perizinan sudah jelas titik berat ada di situ," katanya.

Baca juga: Omnibus Law Ditolak Buruh, ini Kata Ketua Satgas

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X