Dagang Kopi Pakai Sepeda Listrik, Bisa Dapat Penghasilan Rp 14,5 Juta

Kompas.com - 06/03/2020, 05:45 WIB
Contoh gerobak Jago Coffee yang menyerupai gerobak starling. Gerobak Jago Coffee menyediakan varian kopi segar yang bisa dipesan lewat aplikasi SYIFA NURI KHAIRUNNISAContoh gerobak Jago Coffee yang menyerupai gerobak starling. Gerobak Jago Coffee menyediakan varian kopi segar yang bisa dipesan lewat aplikasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Memiliki usaha kopi cukup menjanjikan, apalagi melihat penikmat kopi juga cukup banyak di Indonesia.

Pedagang kopi pun tak hanya berupa kedai kopi, namun juga kopi keliling dengan menggunakan sepeda.

Peluang usaha kopi keliling ini pun dilirik oleh perusahaan rintisan ( startup) bernama Jago Coffee. Bedanya, para barista Jago Coffee menjajakan kopi dengan menggunakan sepeda listrik.

Baca juga: Starling Kini Punya Pesaing, Startup Ini Jual Kopi Pakai Sepeda Listrik

Jago Coffee pun menjanjikan penghasilan yang cukup menarik bagi para baristanya.

"Kalau untuk penghasilan bagi para barista kita enggak nargetin, cuma kita selalu sounding mereka apabila barista berhasil setiap harinya dalam sebulan berhasil selalu menjual 45 cup per hari maka penghasilan pure untuk mereka sebesar Rp 4.200.000 ke atas," kata CEO Jago Coffee Yoshua Tanu saat ditemui Kompas.com di Jakarta, Kamis (5/3/2020).

Yoshua juga menyebutkan semisal barista berhasil menjual 145 cup tiap hari dalam sebulan para barista bisa mendapatkan penghasilan kurang lebih Rp 14,5 juta dalam sebulan.

"Bisa melewati UMR kan, semakin banyak penjualan yang dilakukan mereka maka pendapatannya juga makin besar. Makanya terus kita sounding mereka," sambungnya.

Baca juga: Bos Startup Jago Coffee Harap Stasiun Pengisian Daya Sepeda Listrik Diperbanyak

Selain mendapatkan penghasilan yang cukup menjanjikan, lanjut Yosua, para barista juga akan mendapatkan ilmu meracik kopi.

Para barista akan diberikan pelatihan khusus sebelum dilepas berdagang selama seminggu atau lebih untuk dilatih bagaimana meracik kopi yang baik dan enak.

"Kita kasih mereka pelatihan baik secara teori dan praktik, bagaimana tata cara me-roasting kopi, bagaimana bersosialisasi ke konsumen hingga menggunakan sepeda listriknya," sambungnya.

Ia berpendapat, hal ini dilakukan karena dirinya tidak ingin memberikan kopi yang murah, namun juga berkualitas.

Baca juga: Luhut Sebut Starbucks Setuju Beli Kopi dari Papua Barat

Selain itu, Jago Coffee juga ingin memberikan pengalaman ke konsumen.

"Kalau starling yang menjual kopi dengan harga murah sudah banyak, tapi kami mau lebih mencoba membuat bagaimana membuat kopi yang kualitasnya baik dan menawarkan experience ke konsumen mengenai kopi yang langsung disajikan oleh barista terlatih," pungkasnya.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X