Cara Meminimalisasi Dampak Corona ke Sektor Pariwisata

Kompas.com - 06/03/2020, 18:13 WIB
Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Haryadi Sukamdan saat jadi pembicara dalam acara forum pariwisata Quality Tourist, Super Quality Destinations, Wonderful Idonesia di MarkPlus Main Campus EightyEight@Kasablanka Lantai 8, Jumat (28/2/2020). Dok. MarkPlus TourismKetua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Haryadi Sukamdan saat jadi pembicara dalam acara forum pariwisata Quality Tourist, Super Quality Destinations, Wonderful Idonesia di MarkPlus Main Campus EightyEight@Kasablanka Lantai 8, Jumat (28/2/2020).
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Penyebaran virus corona atau Covid-19 ke sektor pariwisata tak bisa dihindari. Namun, hal tersebut bisa diminimalisasi dengan melakukan berbagai cara. 

Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Haryadi Sukamdani mengatakan, salah satu cara untuk meminimalisasi dampak corona ke sektor pariwisata yakni mendorong wisatawan domestik.

“Intinya hal seperti ini tidak bisa dihindari, dimana semua negara mengalami hal yang sama. Dari sisi domestik yang bisa kita lakukan adalah meningkatkan sektor domestic traveller. Ini harus tetap jalan,” Haryadi kepada Kompas.com, Jumat (6/3/2020).

Baca juga: Pemerintah Larang Wisatawan dari 4 Negara, Pendapatan Bakal Maskapai Terganggu

Haryadi mengatakan, penurunan sektor pariwisata bisa dilihat pada awal 2020. Ia menyebut ada banyak pembatalan penerbangan dan penginapan di Indonesia oleh para turis asing.

Oleh karena itu, kebijakan untuk meningkatkan wisatawan domestik diharapkan mampu membantu sektor pariwisata Indonesia bangkit.

Haryadi juga menunggu rencana pemerintah menggelontorkan insentif kepada pengusaha di sektor pariwisata.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Jokowi Akhirnya Keluarkan Perpres Kartu Pra-Kerja, Apa Poin-poinnya?

Haryadi berharap insentif di sektor penerbangan bisa dilakukan untuk meningkatkan minat masyarakat menggunakan transportasi udara. Kenaikan tarif penerbangan pada tahun 2019 diharapkan tidak lagi berlanjut.

“Kemunculan virus corona ini banyak orang yang takut beraktivitas keluar, apalagi ke luar kota. Mereka cenderung membatalkan dan menunda. Jadi sektor pariwisata dalam negeri ini yang harus kita jaga supaya tidak drop lebih jauh lebih jauh, harus ada antisipasi,” kata dia.

Baca juga: BUMN Ini Berencana Ajukan Izin Impor Gula Mentah 250.000 Ton

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X