Corona Mewabah, AP I Catat 1,67 Juta Penumpang Batalkan Penerbangan

Kompas.com - 06/03/2020, 20:35 WIB
Calon penumpang menunggu jadwal penerbangan di Bandara Ngurah Rai Bali, Sabtu (25/11/2017) malam. Sebanyak 17 jadwal penerbangan internasional dari dan menuju Bali dibatalkan karena dampak erupsi Gunung Agung. ANTARA FOTO / WIRA SURYANTALACalon penumpang menunggu jadwal penerbangan di Bandara Ngurah Rai Bali, Sabtu (25/11/2017) malam. Sebanyak 17 jadwal penerbangan internasional dari dan menuju Bali dibatalkan karena dampak erupsi Gunung Agung.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Angkasa Pura I (AP I) mencatat setidaknya ada 1.672.000 juta penumpang membatalkan penerbangannya sejak virus corona mulai mewabah di Wuhan, China. Rinciannya, 1,5 juta penumpang domestik dan 172.000 penumpang internasional.

Pembatalan penerbangan itu terjadi di 15 bandara yang dikelola perusahaan pelat merah tersebut.

Direktur PT AP I Faik Fahmi mengatakan, dalam periode Januari hingga Februari 2020 tercatat ada 12.703 penerbangan yang dibatalkan karena isu virus corona.

Baca juga: Ada Corona, AP I Tetap Rayu Maskapai Asing

“Januari-Februari itu di 15 bandara, ada 12.703 penerbangan (yang dibatalkan) atau sekitar 11.680 penerbangan domestik, 1.023 internasional. Ini baru di Januari-Februari, itu total flight cancel,” ujar Faik di Jakarta, Jumat (6/3/2020).

Faik memperkirakan jumlah penerbangan yang dibatalkan itu akan terus bertambah. Sebab, sudah ada beberapa maskapai asing lainnya yang menyatakan membatalkan penerbangannya.

“Beberapa airlines asing notice cancel pernerbangan dari Viet Jet, Scout (Air), Korean Air. Itu mereka memberhentikan sementara karena virus ini," kata dia.

Baca juga: Pemerintah Percepat Impor Gula, Bawang Putih dan Daging Kerbau

Kondisi ini ditambah dengan adanya kebijakan larangan umrah ke Arab Saudi. Padahal kata Faik, jumlah penerbangan umrah ke Arab Saudi yang melalui bandara AP I mencapai 90 flight per bulan.

Dengan adanya pembatalan penerbangan itu, Faik memperkirakan akan menimbulkan potensi kehilangan pendapatan sekitar Rp 207 miliar di periode Januari hingga Februari 2020.

“Tapi kami belum hitung bisnis non aero-nya. Soalnya kami punya bisnis restoran dan ritel,” ucap dia.

Baca juga: Ini Waktu yang Tepat untuk Lapor SPT Pajak Secara Online



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X