Cegah Virus Corona, Pelabuhan Tanjung Priok Perketat Aktivitas Kapal

Kompas.com - 07/03/2020, 10:50 WIB
Aktivitas bongkar muat di Terminal Peti Kemas di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (15/8/2019). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai neraca perdagangan Indonesia pada Juli 2019 masih mengalami defisit 63,5 juta dollar AS dan neraca perdagangan sepanjang Januari-Juli 2019 mencatat defisit 1,90 miliar dollar AS. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGAktivitas bongkar muat di Terminal Peti Kemas di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (15/8/2019). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai neraca perdagangan Indonesia pada Juli 2019 masih mengalami defisit 63,5 juta dollar AS dan neraca perdagangan sepanjang Januari-Juli 2019 mencatat defisit 1,90 miliar dollar AS.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC memperketat masuknya semua kapal barang dan kapal penumpang.

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona (Covid-19) melalui pelabuhan.

Meski aktivitas pelabuhan diperketat, IPC memastikan operasional dan pelayanan kapal di semua dermaga di Pelabuhan Tanjung Priok tetap berjalan kondusif. 

Baca juga: Cegah Virus Corona, Menhub: Pengawasan di Bandara dan Pelabuhan Sesuai Prosedur

“Terkait laporan adanya kapten kapal asing (CMA CGM Virginia) yang diduga terpapar virus Corona, yang bersangkutan telah diperiksa di Rumah Sakit Pelabuhan Tanjung Priok. Sejauh ini tidak ada bukti orang itu terpapar virus corona, bahkan kondisinya baik dan normal,” kata Direktur Utama IPC, Arif Suhartono melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (7/3/2020).

Kapten kapal dan seluruh awak kapal CMA CGM Virginia dilaporkan sudah kembali berlayar meninggalkan dermaga JICT pada Jumat malam pukul 22.00 WIB, setelah mengantongi Surat Izin Berlayar (SIB).

Arif mengakui, pelayanan kapal di dermaga JICT sempat terhenti karena adanya pemeriksaan. Namun usai pemeriksaan, operasional kembali berjalan normal.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

IPC melibatkan petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dalam melakukan pemeriksaan awal kepada seluruh awak kapal yang akan bersandar, sebelum petugas pandu IPC memandu kapal hingga bersandar di pelabuhan.

Baca juga: Cegah Corona, ASDP Akan Bagikan Masker di Pelabuhan

“Semua kapal barang dari luar negeri yang akan bersandar di pelabuhan IPC diperiksa lebih ketat. Bukan hanya kapal dari China, tapi kapal dari semua negara, mengingat penyebaran virus corona sudah terjadi di lebih dari 60 negara,” katanya.

Semua awak kapal berbendera asing dilarang turun ke pelabuhan ketika kapal bersandar. Pergantian kru hanya dapat dilakukan setelah melewati masa observasi yang diawasi petugas KKP.

Kapal-kapal yang akan bersandar diminta melaporkan secara online 10 pelabuhan terakhir yang disinggahi, sebelum ke Tanjung Priok. 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.