Hadapi Perlambatan Ekonomi Akibat Virus Corona, Ini Saran Sandiaga Uno ke Pemerintah

Kompas.com - 07/03/2020, 18:28 WIB
Sandiaga Uno ketika berkunjung ke gerai kedua Saturdays di mal Gandaria City, Jakarta Selatan, Sabtu (22/2/2020). KOMPAS.com/Nabilla TashandraSandiaga Uno ketika berkunjung ke gerai kedua Saturdays di mal Gandaria City, Jakarta Selatan, Sabtu (22/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyebutkan pemerintah perlu mengeluarkan berbagai kebijakan guna mengantisipasi perlambatan ekonomi yang diakibatkan oleh virus corona.

Berdasarkan perhitungan yang ia lakukan virus corona berpotensi menggerus pertumbuhan ekonomi nasional hingga 0,6 persen.

"Pemerintah harus segara melakukan policy respon atau kebijakan yang memastikan ekonomi kita bergerak," ujarnya di Jakarta, Sabtu (7/3/2020).

Baca juga: Virus Corona, PDB Negara Berkembang di Asia Bisa Tergerus hingga Rp 588 Triliun

Salah satu kebijakan yang disarankan Sandi adalah dengan mengubah sistem perizinan impor pangan.

Menurutnya, sistem perizinan impor yang ditentukan oleh kuota tidak lagi cocok dengan model pasar nasional.

"Ganti kuota menjadi tarif, kita bisa lakukan satu kebijakan yang menstimulus dalam keadaan seperti ini," kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kebijakan ini dinilai perlu untuk mencegah terjadinya kelangkaan suplai komoditas akibat lambatnya proses perizinan impor.

"Sektor pertumbuhan ekonomi Indonesia itu kan 50 persen lebih di konsumsi dan itu akan terdampak, saya rasa konsumsi turun karena ada disrupsi di suplai, tapi yang paling penting lagi masyarakat daya belinya terganggu," tuturnya.

Baca juga: Cara Meminimalisasi Dampak Corona ke Sektor Pariwisata

Kemudian, Sandi juga menyarankan kepada perbankan untuk menjadwalkan kembali pembayaran perusahaan yang terdampak virus corona.

"Jadi perbankan bisa lakukan melalui guidance OJK untuk melakukan rescheduling daripada membayar cicilan pokok dan pengurangan cicilan bunga, " katanya.

"Menurut saya kita namakan paket kebijakan ekonomi antivirus," imbuhnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.