IHSG Jeblok, BUMN Pertimbangkan Buyback Saham

Kompas.com - 09/03/2020, 14:23 WIB
Ilustrasi : Bursa Efek Indonesia KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGIlustrasi : Bursa Efek Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian BUMN berencana menginstruksikan perusahaan plat merah untuk buyback saham. Hal ini dilakukan untuk merespon melemahmya Harga Saham Gabungan (IHSG).

“Belum diputuskan buyback, tapi sudah mengkaji,” ujar Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga di Kementerian BUMN, Senin (9/3/2020).

Namun lanjut Arya, keputusan buyback itu masih menunggu waktu yang tepat.

“Kami memang sudah concern dengan kondisi market saat ini. Tapi belum ditentukan waktunya,” kata Arya.

Baca juga: Penutupan Perdagangan Sesi Pertama, IHSG dan Rupiah Jeblok

Hingga awal perdagangan sesuai II hari ini IHSG terus terkoreksi ke posisi 5.254,28 atau anjlok sebesar 4,44 persen dibanding penutupan perdagangan akhir pekan lalu.

Sementara itu nilai perdagangan hanya mencapai Rp 3,43 triliun dengan asing mencatatkan net sell Rp 197,78 miliar. Sedangkan secara year to date net sell asing mencapai Rp 6,69 triliun.

Di pasar saham regional,  Indeks bursa saham Asia juga berguguran pada perdagangan Senin (9/3/2020) siang.

Anjloknya bursa saham Asia merupakan akibat dari kekhawatiran perang harga setelah Organisasi Negara-negara Produsen Minyak (OPEC) dan mitra-mitranya gagal mencapai kesepakatan pemangkasan produksi minyak.

Kondisi ini menambah volatilitas yang sudah terjadi akibat kekhawatiran penyebaran virus corona.

Baca juga: Harga Minyak Dunia Anjlok, Gubernur BI: Pagi ini, Kita Dihentakkan dengan Perang Minyak...

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X