Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Meski Harga Minyak Anjlok, Pemerintah Tak Buru-buru Turunkan Harga BBM

Kompas.com - 10/03/2020, 05:40 WIB
Ade Miranti Karunia,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Tidak adanya kesepakatan antara Arab Saudi dan Rusia, membuat harga minyak dunia anjlok hingga menyentuh 30 dollar AS per barel dari sebelumnya 60 dollar AS per barel.

Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, meski harga minyak dunia anjlok, pemerintah tidak akan terburu-buru menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

"Tadi saya sudah bilang di Istana, harga ini kan mesti dicermati baik-baik. Nggak boleh juga buru-buru," katanya di Jakarta, Senin (9/3/2020).

Baca juga: Harga Minyak Anjlok, Apa Harga BBM Akan Turun Juga?

Kondisi harga minyak dunia anjlok signifikan tersebut kali pertama terjadi. "Bayangkan belum pernah begitu itu," ujarnya.

Banyak pengamat menyarankan agar pemerintah kembali menurunkan harga BBM, terutama yang bersubsidi. Luhut tetap menekankan, pemerintah masih tetap memantau kondisi tersebut.

Sebelumnya harga minyak dunia, Brent anjlok sebesar 27 persen pada Senin (9/3/2020) menjadi 33,09 dollar AS per barel. Hal tersebut terjadi usai Arab Saudi mengejutkan pasar dengan menyatakan perang harga dengan Rusia yang pernah menjadi sekutunya.

Sementara pada Minggu (9/3/2020) malam, harga minyak mengalami penurunan di level terendah sejak 1991. Melansir CNN (9/3/2020), harga minyak AS jatuh sebanyak 27 persen ke level terendah selama empat tahun menjadi 30 dollar AS per barel.

Hal tersebut karena Arab Saudi bersiap membanjiri pasar dengan minyak mentah dalam upaya untuk merebut kembali pangsa pasar. Baru-baru ini, harga minyak mentah turun sebesar 22 persen menjadi 32 dollar AS per barel.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com