Hadapi Pelemahan Global, Ini Langkah yang Dilakukan Presiden Jokowi

Kompas.com - 10/03/2020, 06:32 WIB
Presiden Joko Widodo memberikan keynote speech, dalam acara Indonesia Digital Economy Summit 2020 di Hotel Ritz Carlton, di kawasan SCBD Jakarta, Kamis (27/2/2020).
BILL CLINTEN/KOMPAS.comPresiden Joko Widodo memberikan keynote speech, dalam acara Indonesia Digital Economy Summit 2020 di Hotel Ritz Carlton, di kawasan SCBD Jakarta, Kamis (27/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo ( Jokowi) menyusun sejumlah rencana kebijakan ekonomi makro untuk mengatasi dan mengantisipasi pelemahan perekonomian global.

"Saya minta sekali lagi untuk dikalkulasi secara detail mengenai risiko pelemahan ekonomi global, termasuk akibat dari merebaknya Virus Corona yang terjadi di awal tahun ini dan kemungkinan dampak ekonomi lanjutan di tahun 2021. Kemudian Langkah-langkah mitigasi yang kita kerjakan tahun 2020 harus diperkuat lagi untuk tahun 2021," kata Jokowi seperti dilansir dari Antara, Senin (9/3/2020).

"Rancangan kebijakan fiskal tahun 2021 yang mampu memperkuat daya tahan ekonomi nasional yang mampu mengatasi berbagai risiko yang mungkin muncul dan mampu melindungi ekonomi negara kita dari gejolak ekonomi global. Ini perlu juga digarisbawahi," tambah Presiden.

Baca juga: Diterpa 2 Sentimen Negatif, Rupiah dan IHSG Rontok

Dia mengatakan. walaupun menghadapi tekanan ekonomi global, Indonesia tetap harus optimistis.

"Pertumbuhan ekonomi kita di tahun lalu, tahun 2019 tercatat 5,02 persen, pertumbuhan ini cukup baik di tengah ketidakpastian situasi global dan kemungkinan resesi yang sudah terjadi di beberapa negara," katanya.

Presiden pun meminta agar reformasi struktural dapat dijalankan secara konsisten.

"Terutama nanti setelah adanya Omnibus Law Cipta Kerja dan Omnibus Law Perpajakan, ini akan menciptakan sebuah momentum baru bagi pertumbuhan ekonomi negara kita," ujar Jokowi.

Selanjutnya Presiden Jokowi juga mengingatkan agar ekonomi harus tumbuh secara berkualitas sehingga kebijakan fiskal tahun 2021 harus bisa memberikan stimulus.

"Selanjutnya juga memberikan rangsangan, peningkatan daya saing ekonomi nasional, penciptaan nilai tambah, serta mendorong pemerataan pembangunan. Daya tarik investasi harus terus ditingkatkan agar bisa membuka banyak lagi lapangan kerja baru, insentif bagi tumbuhnya industri manufaktur juga harus diberikan, terutama yang berkaitan dengan industri padat karya," jelas Presiden.

Baca juga: Bos Bank Mega: Akibat Corona, Ekonomi Global Bisa Tumbuh di Bawah 2,8 Persen

Halaman:


Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X