Ini Manfaat Penggunaan QRIS Bagi Pedagang

Kompas.com - 10/03/2020, 16:02 WIB
Ilustrasi QR code SHUTTERSTOCK/BloomiconIlustrasi QR code

JAKARTA, KOMPAS.com - Di era serba digital ini, masyarakat sudah terbiasa menggunakan QRIS (Quick Response Indonesia Standard), baik yang sudah terintegrasi dari penyelenggara jasa sistem pembayaran (PJSP) maupun yang masih berbentuk QR Code.

Kepala Perwakilan BI DKI Jakarta Hamid Ponco Wibowo mengatakan, penggunaan QRIS lebih memberikan banyak manfaat.

"Selain mengurangi transaksi tunai, QRIS juga mengurangi pengembalian uang pecahan kecil dan juga mengurangi peredaran uang palsu," katanya di kawasan Blok M Jakarta, Selasa (10/3/2020).

Baca juga: DANA Implementasikan 100 Persen Sistem Pembayaran dengan QRIS

Untuk itu, pedagang dan pelaku UKM (usaha kecil menengah) tentunya harus beradaptasi menyesuaikan permintaan konsumen yang serba canggih saat ini.

Ia mengatakan saat ini pihaknya terus berupaya untuk memberikan edukasi kepada para pedangang UKM untuk turut meningkatkan financial inclution dengan menggunakan metode pembayaran QRIS.

"Target kita sih sebanyak-banyaknya, yang penting kita edukasi terus. Dalam minggu ini mudah-mudahan ada penambahan yang signifikan," ujarnya.

Hamid menyebutkan, metode pembayaran dengan menggunakan QRIS menyasar seluruh bentuk merchant. Tak hanya UKM tapi juga merchant besar.

Namun, terkadang UKM memiliki persepsi berbeda atau kurang yakin jika menggunakan QRIS yang bisa dilakukan oleh aplikasi berbeda dengan satu jenis barcode.

"Sehingga kita harus meyakinkan (QRIS bisa digunakan diseluruh PJSP). Itu bisa, dengan QRIS, kita standarisasi kode pembayarannya itu. Ini butuh waktu, makanya pertemuan (edukasi) perlu supaya merchant mengerti," tegasnya.

Menggunakan metode pembayaran QRIS tentunya menyangkut seluruh lapisan. Sehingga sosialisasi dan pemberian pengertian kepada seluruh merchant maupun pengguna harus intensif.

"Dengan QRIS ini akan lebih mudah dan aman sketika. Karena ketika transaksi, akan muncul di rekening (total pembayaran)," tegasnya.

Hamid menyebut, sampai saat ini ada skitar 2,7 juta merchant di seluruh Indonesia yang menggunakan QRIS. Sementara di Jakarta, ada sekitar 604.000 atau skitar 20 persen dari total seluruh Indonesia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia dan KLHK Beri Pelatihan untuk Petani Hortikultura

Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia dan KLHK Beri Pelatihan untuk Petani Hortikultura

Rilis
[TREN BISNIS KOMPASIANA] Corporate Culture, Berdamai dengan Pandemi | Elegi Toko Buku | Bisnis Jengkol yang Menjanjikan

[TREN BISNIS KOMPASIANA] Corporate Culture, Berdamai dengan Pandemi | Elegi Toko Buku | Bisnis Jengkol yang Menjanjikan

Rilis
Peserta Kartu Prakerja Diminta Segera Tautkan Nomor Rekening dan E-Wallet

Peserta Kartu Prakerja Diminta Segera Tautkan Nomor Rekening dan E-Wallet

Whats New
Cegah Korupsi, 27 BUMN Kerja Sama dengan KPK

Cegah Korupsi, 27 BUMN Kerja Sama dengan KPK

Rilis
Kabar Gembira, BRI Turunkan Suku Bunga Kredit untuk Semua Segmen

Kabar Gembira, BRI Turunkan Suku Bunga Kredit untuk Semua Segmen

Spend Smart
Perpres tentang Investasi Miras Dicabut, Bagaimana Nasib Usaha Eksisting?

Perpres tentang Investasi Miras Dicabut, Bagaimana Nasib Usaha Eksisting?

Whats New
BEI Minta Gojek dkk Segera Listing di Pasar Modal

BEI Minta Gojek dkk Segera Listing di Pasar Modal

Whats New
Tarif Listrik Tenaga Surya Makin Murah, PLTU akan Bersaing dengan Energi Terbarukan

Tarif Listrik Tenaga Surya Makin Murah, PLTU akan Bersaing dengan Energi Terbarukan

Whats New
Soal Salah Transfer Rp 51 Juta Berujung Pidana, Ini Faktanya Versi BCA

Soal Salah Transfer Rp 51 Juta Berujung Pidana, Ini Faktanya Versi BCA

Whats New
BKPM: Izin Pembangunan Industri Miras Sudah Ada sejak 1931

BKPM: Izin Pembangunan Industri Miras Sudah Ada sejak 1931

Whats New
Startup Madeinindonesia.com Fasilitasi UKM Lakukan Ekspor ke Berbagai Negara

Startup Madeinindonesia.com Fasilitasi UKM Lakukan Ekspor ke Berbagai Negara

Whats New
Bank Sahabat Sampoerna Akan Kian Agresif Garap Digital Banking

Bank Sahabat Sampoerna Akan Kian Agresif Garap Digital Banking

Whats New
Unrealized Loss Bisa Terjadi Pada Setiap Investor Pasar Modal, Begini Penjelasannya

Unrealized Loss Bisa Terjadi Pada Setiap Investor Pasar Modal, Begini Penjelasannya

Whats New
Pemerintah Targetkan 600.000 Unit Kendaraan Berbasis Listrik pada 2030

Pemerintah Targetkan 600.000 Unit Kendaraan Berbasis Listrik pada 2030

Whats New
Bertemu 5 Mantan Menteri BUMN, Erick Thohir: Diskusinya Berkesan

Bertemu 5 Mantan Menteri BUMN, Erick Thohir: Diskusinya Berkesan

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X