Dirut Jasa Raharja Klaim Investasinya Menguntungkan

Kompas.com - 10/03/2020, 19:34 WIB
Direktur Utama PT Jasa Raharja Budi Rahardjo di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (10/3/2020). Kompas.com/AKHDI MARTIN PRATAMADirektur Utama PT Jasa Raharja Budi Rahardjo di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (10/3/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PT Jasa Raharja (Persero) Budi Rahardjo menyebut investasi yang dikelola perseroaan aman.

Hal tersebut bisa dipastikan setelah Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) mengaudit investasi yang dilakukan Jasa Raharja.

“Yang jelas secara umum investasi kita sangat prudent. Kita perhatikan hasil juga. Kemudian kita memenuhi ketentuan OJK, tidak kita langgar,” ujar Budi di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (10/3/2020).

Baca juga: Kurangi Kecelakaan Lalu Lintas, Jasa Raharja Adakan Mudik Gratis

Budi mengklaim penempatan investasi yang dilakukan perseroannya terbilang menguntungkan. Hasil investasi tersebut bisa menutupi biaya operasional perusahaannya.

“Jadi dana yang dikumpulkan dari masyarakat baik yang wajib maupun tidak wajib tidak digunakan untuk operasional,” kata Budi.

Sementara itu, Corporate Secretary Jasa Raharja Harwan Muldidarmawan menambahkan, portofolio investasi perseroannya tersebar di deposito dan obligasi. Total investasinya mencapai Rp 13 triliun.

“Aset investasi totalnya Rp 13 triliun, itu penyertaan langsung tidak lebih dari 10 persen karena OJK membatasi realisasinya tidak boleh lebih dari 10 persen, jadi sekitar 8 persen. Untuk saham, obligasi, reksadana, itu kita ikutin banget aturan OJK,” kata dia.

Sebelumnya, BUMN asuransi kini tengah dalam sorotan. Dua perusahaan asuransi milik negara tengah dirundung masalah, keduanya yakni PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dan PT Asabri (Persero).

Kasus Asabri mencuat belakangan di tengah skandal Jiwasraya yang gagal bayar.

Penyelesaian Jiwasraya pun saat ini belum tuntas setelah kasus gagal bayar yang nilainya mencapai Rp 12,4 triliun. Sementara Asabri diperkirakan merugi hingga Rp 10 triliun.

Ditelusuri, penyebab ambruknya kinerja dua BUMN ini karena pengelolaan penempatan dana investasi. Baik Jiwasraya maupun Asabri, sama-sama tersandung saham gorengan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.