Trump Bakal Nolkan Pajak Penghasilan Karyawan dan Pengusaha AS

Kompas.com - 11/03/2020, 07:05 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berjalan keluar dari Marine One, saat kembali ke Gedung Putih untuk berpidato di Conservative Political Action Conference, Sabtu (29/2/2020). JOSHUA ROBERTS/REUTERSPresiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berjalan keluar dari Marine One, saat kembali ke Gedung Putih untuk berpidato di Conservative Political Action Conference, Sabtu (29/2/2020).

WASHINGTON, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donlad Trump bakal memasang tarif 0 persen untuk payroll tax (sejenis dengan pajak penghasilan/PPh Pasal 21) untuk karyawan maupun pengusaha untuk sisa tahun ini.

Dikutip dari CNBC, hal tersebut diungkapkan oleh pejabat Gedung Putih yang tak ingin disebut namanya, usai Presiden Trump bertemu dengan para anggota legislatif dari Partai Republik di Capitol Hill, Selasa (11/3/2020).

Selain itu, dalam diskusi antara Trump dengan beberapa perwakilan Partai Republik tersebut dibahas juga mengenai opsi penggratisan pajak penghasilan secara permanen. 

Di Negeri Paman Sam itu, pajak penghasilan digunakan untuk mendanai layanan kesehatan dan jaring pengaman sosial.

Baca juga: Hadapi Perlambatan Ekonomi Akibat Virus Corona, Ini Saran Sandiaga Uno ke Pemerintah

Ketika ditanya mengenai potensi biaya yang muncul akibat pemangkasan pajak tersebut, pejabat yang bersangkutan enggan untuk menjawab.

Pengembangan kebijakan pemangkasan pajak gaji sendiri muncul setelah Presiden Trump dan pejabat Gedung Putih lain berupaya menelurkan stimulus kebijakan untuk mengurangi dampak dari wabah virus corona yang terus meluas.

Setelah indeks Dow Jones sempat terkoreksi tajam hingga 2,000 poin pada perdagangan Senin, indeks tertua di dunia tersebut pun melonjak 1.000 poin pada sesi terakhir perdagangan.

Baca juga: Kenali Perbedaan Pajak dan Retribusi

Di Amerika Serikat, pajak penghasilan dibayarkan oleh pengusaha dan karyawan. Penerimaan pemerintah yang didapatkan dari pajak tersebut digunakan untuk mendanai program jaminan sosial, kesehatan dan program pemerintah lainnya.

Untuk jaminan sosial, upah karyawan dikenakan pajak 6,2 persen, dan 1,45 persen untuk pajak jaminan kesehatan. Adapun tarif yang ditetapkan untuk pengusaha besarannya juga sama.

Saat ini di Negeri Paman Sam, setidaknya 28 orang telah meninggal akibat virus corona, sementara setidaknya 805 orang telah terinfeksi. Di seluruh dunia, lebih dari 118.000 orang telah terinfeksi, yang mengakibatkan sedikitnya 4.262 kematian.

Baca juga: Redam Dampak Corona, Sri Mulyani Tunggu Izin Jokowi soal Penundaan Pajak Penghasilan




Sumber CNBC
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X