Waskita Karya Garap Proyek Pembangunan Bandara Minangkabau

Kompas.com - 11/03/2020, 17:33 WIB
Bandara Minangkabau KOMPAS.comBandara Minangkabau

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Waskita Karya (Persero) Tbk menjadi kontraktor pelaksana pembangunan Bandara Internasional Minangkabau di Padang, Sumatera Barat.

Pembangunan Bandara Internasional Minangkabau ini dimulai pada tanggal 17 September 2018 dengan 2 tahapan pekerjaan. Tahap 1 adalah pembangunan gedung terminal baru dan tahap 2 adalah renovasi gedung terminal eksisting.

Mulai Selasa (10/3/2020) kemarin, sebagian gedung terminal baru akan difungsikan secara minimum sebagai terminal kedatangan domestik.

Baca juga: Awal 2020, Kapasitas Terminal Minangkabau Ditargetkan Naik Dua Kali Lipat

Lingkup pekerjaan perseroan untuk proyek ini mulai dari pekerjaan pondasi, pekerjaan struktur atas, dan pekerjaan arsitektur.

Kemudian, pekerjaan mekanikal, pekerjaan elektrikal, pekerjaan elektronika, pekerjaan interior dan signage, serta pekerjaan renovasi bangunan terminal eksisting.

“Terdapat keunggulan dalam penggunaan material di bangunan terminal baru yaitu material yang digunakan adalah material atap bitumen yang diimpor dari Kanada. Kemudian juga ada peningkatan kualitas dari gedung terminal lama,” kata Project Manager Bandara Minangkabau Sutrisno PS dalam keterangan tertulis, Rabu (11/3/2020).

Material yang digunakan adalah Bubble Foil Air Radiant Shield dengan spesifikasi alumunium foil + bubble 4 mm + alumunium foil, hollow besi 4x4 cm, multipleks tebal 9 mm, IKO Stormtite sebagai underlayer, dan IKO Marathon 20. 

Baca juga: Bandara Internasional Minangkabau Targetkan Pertumbuhan Pendapatan Non-Aero Hingga Rp 96 Miliar

Menurut Sutrisno, penggunaan material bubble foil ini karena resisten terhadap HCL dan NaCL serta memiliki 100 persen maksimum thermal reflective durable sehingga mengurangi suhu panas yang masuk ke dalam gedung.

“Bubble foil ini juga memiliki daya tahan material yang sangat tinggi. Sedangkan IKO Marathon 20 ini memiliki keunggulan antibocor, fleksibel, ringan, tidak mudah terbakar dengan sertifikasi class ‘A’ fire resistance rating, dan bergaransi 20 tahun,” jelasnya.

Material yang digunakan di proyek ini sangat memenuhi persyaratan untuk bangunan terminal Bandara Internasional Minangkabau yang terletak di pesisir barat Sumatera yang lokasinya berdekatan dengan daerah pantai dengan rentang kecepatan angin yang cukup tinggi.

Proyek terminal Bandara Minangkabau dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kapasitas penumpang dari bandar udara eksisting yang semula dapat melayani 3,2 juta penumpang per tahun menjadi 5,7 juta penumpang per tahun.

Baca juga: Waskita Karya Berencana Terbitkan Obligasi Tahun Ini

“Progres pembangunan terminal baru sampai dengan saat ini adalah 83 persen dan renovasi bangunan terminal eksisting belum dikerjakan karena menunggu gedung terminal baru dioperasikan. Pelaksanaan renovasi terminal eksisting akan dilaksanakan secara parsial dengan memindakan pelayanan dari gedung terminal lama ke gedung terminal baru," terangnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X