IHSG Jeblok, Momentum Tepat Top Up Reksa Dana Saham

Kompas.com - 12/03/2020, 13:58 WIB
Ilustrasi saham (Pixabay) KOMPAS.com/ADE MIRANTI KARUNIA SARIIlustrasi saham (Pixabay)

JAKARTA, KOMPAS.com - Pada perdagangan hari ini, Kamis (12/3/2020) Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG) dibuka memerah.

Bahkan di sesi pertama perdagangan, IHSG sempat menyentuh titik terendah di level 4.929,56.

Adapun pada penutupan perdagangan sesi pertama, IHSG ditutup turun 2,94 persen atau 151,54 poin pada level 5.002,55.

Baca juga: Corona Dinyatakan Sebagai Pandemik Penyebab IHSG Anjlok Hari Ini

Pada tiga pekan belakangan, pergerakan IHSG terus merosot. Hal tersebut juga sejalan dengan kinerja pasar saham di berbagai belahan dunia lain.

Valuasi nilai saham yang cenderung murah ini bisa menjadi salah satu peluang untuk memulai investasi melalui instrumen reksa dana.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Manajer Investasi Indonesia (AMII) Afifa menyampaikan dengan kondisi pasar yang gejolaknya tinggi seperti saat ini, investor tidak perlu panik dan melakukan aksi jual portofolio secara besar-besaran.

"Logicnya dipakai, jangan ikut panik, back to fundamental," ujar Afifa.

Baca juga: Ini Cara Mengatur Aset Alokasi Reksa Dana Dalam Segala Situasi Pasar

Lebih lanjut Afifa menjelaskan, investor yang ingin mulai berinvestasi melalui instrumen pasar saham sebaiknya menambahkan portofolio investasinya dengan lebih berhati-hati.

Lebih lanjut menurutnya, saat ini harga reksadana saham cenderung murah jika dibandinglan dengan harga selama tujuh tahun belakangan.

"Kalau kita lihat dari harga rata-rata ini sudah di bawah 7 tahun moving average, dua standar deviasi. Artinya selama tujuh tahun ini, this is a better level," ujar dia.

"Boleh menambah, tapi jangan langsung besar. Karena volatilty akan tetap remain," jelas Afifa.

Baca juga: Harga Minyak Anjlok, Belum Ada Penarikan Besar-besaran Reksa Dana

Selain itu, dirinya juga menegaskan, penting bagi investor untuk mengetahui jangka waktu serta tujuan investasi yang dilakukan.

"Kalau perutnya kuat, jangka panjang saham bisa diambil. Tapi jangan kebutuhan jangka pendek ambilnya saham. Itu kan sudah salah profiling," jelas dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Jumlah Penduduk Indonesia yang Lahir Sebelum Kemerdekaan 1945

Ini Jumlah Penduduk Indonesia yang Lahir Sebelum Kemerdekaan 1945

Whats New
Wishnutama Akan Diangkat sebagai Komisaris Utama Telkomsel?

Wishnutama Akan Diangkat sebagai Komisaris Utama Telkomsel?

Whats New
Airlangga: Ada 1.700 Bidang Usaha yang Dibuka untuk Investasi

Airlangga: Ada 1.700 Bidang Usaha yang Dibuka untuk Investasi

Whats New
Erick Thohir ke Pelaku Usaha: Jangan Kalah, Terus Bikin Gebrakan

Erick Thohir ke Pelaku Usaha: Jangan Kalah, Terus Bikin Gebrakan

Whats New
Cek Besaran Lengkap Tunjangan Tambahan PNS untuk Jabatan Fungsional

Cek Besaran Lengkap Tunjangan Tambahan PNS untuk Jabatan Fungsional

Whats New
Pemerintah Klaim Rasio Utang RI Lebih Rendah daripada Malaysia hingga Vietnam

Pemerintah Klaim Rasio Utang RI Lebih Rendah daripada Malaysia hingga Vietnam

Whats New
Agar Nasabah Tak Salah Paham, Agen Asuransi Perlu Jelaskan Hal Ini

Agar Nasabah Tak Salah Paham, Agen Asuransi Perlu Jelaskan Hal Ini

Spend Smart
5 Orang Tewas Diduga Akibat Kebocoran Gas, Operasional PLTP di Mandailing Natal Dihentikan Sementara

5 Orang Tewas Diduga Akibat Kebocoran Gas, Operasional PLTP di Mandailing Natal Dihentikan Sementara

Whats New
Pemerintah Tambah 8 Aturan Turunan UU Cipta Kerja

Pemerintah Tambah 8 Aturan Turunan UU Cipta Kerja

Whats New
Buka Toko Online di Blibli, Hypermart hingga Hyfresh Tebar Diskon

Buka Toko Online di Blibli, Hypermart hingga Hyfresh Tebar Diskon

Whats New
Menaker Beberkan 9 Strategi Hadapi Tantangan Ketenagakerjaan

Menaker Beberkan 9 Strategi Hadapi Tantangan Ketenagakerjaan

Whats New
Dorong Milenial Berinvestasi, Manulife, OVO dan Bareksa Luncurkan MOBLI

Dorong Milenial Berinvestasi, Manulife, OVO dan Bareksa Luncurkan MOBLI

Whats New
Agar Tak Merasa Rugi, Pahami Dulu Beda Unitlink dengan Tabungan Bank

Agar Tak Merasa Rugi, Pahami Dulu Beda Unitlink dengan Tabungan Bank

Spend Smart
Hypermart hingga Hyfresh Buka 23 Toko Online di Blibli

Hypermart hingga Hyfresh Buka 23 Toko Online di Blibli

Whats New
Akuisisi Air Mancur Group, Combiphar: Ini Warisan Indonesia, Sayang Jika Diambil Asing

Akuisisi Air Mancur Group, Combiphar: Ini Warisan Indonesia, Sayang Jika Diambil Asing

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X