Ada Harga Komoditas yang Melonjak, Wamendag: Situasional...

Kompas.com - 12/03/2020, 19:37 WIB
Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga memberikan keterangan pers usai mengikut rapat koordinasi di Kantor Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Senin (24/2/2020). KOMPAS.com/ADE MIRANTI KARUNIA SARIWakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga memberikan keterangan pers usai mengikut rapat koordinasi di Kantor Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Senin (24/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga menepis adanya ketidakharmonisan koordinasi antara Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian. Pasalnya, harga-harga bahan pokok pangan di pasaran akhir-akhir ini alami lonjakan.

"Saya pikir enggak. Koordinasi antara Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, dan lain-lain terjalin dengan baik selama ini," katanya di Jakarta, Kamis (12/3/2020).

Dia juga memastikan pasokan stok bahan pokok menjelang Ramadhan dan Idul Fitri terpenuhi. Meskipun bawang putih, bawang bombai, dan gula mengalami keterbatasan stok.

Baca juga: Bulog Akan Olah Gabah Jadi Beras Premium dengan Harga Lebih Murah

Seperti bawang bombai, di pasaran harganya menembus Rp 100.000 lebih per kilogram (kg). Namun, pemerintah melalui Kementan dan Kemendag mulai memproses izin impor bawang bombai sebanyak 2.000 kg.

"Situasional karena stoknya masih dalam proses diadakan melalui impor. Saya pikir masalah waktu saja. Kita tunggu saja, paling juga turun lagi kok," katanya.

Namun, yang paling penting bagi pemerintah yakni memastikan ketersediaan bahan pangan dan juga memenuhi kebutuhan masyarakat. Terutama jelang Ramadan dan Lebaran Idul Fitri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Paling penting masyarakat itu kebutuhannya terpenuhi. Apalagi menjelang Lebaran, jangan sampai stok itu tidak ada. Kita berusaha memastikan stok itu ada," ucapnya.

Baca juga: Gula Langka di Pasaran, Harga Melonjak hingga Rp 17.000 per Kilogram

Para pedagang di Pasar Senen, Jakarta Pusat, mengatakan, pasokan impor yang sulit menjadi penyebab terjadinya kenaikan harga pada komoditas bawang bombai di pasar- pasar hingga harganya mencapai Rp 150.000 per kilogram.

Begitu halnya, harga gula pasir saat ini masih melonjak naik di tengah merebaknya kabar langkanya komoditas tersebut di beberapa daerah. Di Jakarta Barat, gula masih dijumpai di warung sembako, namun harganya telah melonjak.

"Gula sekarang 1 kilogramnya itu Rp 17.000 padahal biasanya Rp 14.000 atau Rp 15.000," ujar salah satu pemilik warung sembako di daerah Rawa Belong, Ayida, kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Gula Pasir Mulai Langka di Kota Bandung, Harga di Pasar Tradisional Meroket

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.