Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

BTN Berencana Buyback Saham, Diberikan ke Karyawan

Kompas.com - 13/03/2020, 05:13 WIB
Fika Nurul Ulya,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk nampaknya masih mengkaji aksi buyback saham secara internal.

Sebab, belum ada tanggapan BTN yang menyebutkan buyback secara langsung.

Direktur Utama BTN Pahala Nugraha Mansury mengatakan, perseroan akan melakukan pembelian saham untuk memberikan insentif kepada para pimpinan, seperti di jajaran manajerial.

Baca juga: IHSG Jeblok, BUMN Pertimbangkan Buyback Saham

Namun dia tidak menjelaskan aksi ini termasuk buyback saham yang diperintahkan oleh Menteri BUMN, Erick Thohir.

"Terkait mengenai kemungkinan melakukan pembelian saham, mungkin yang akan dilakukan Bank BTN adalah pembelian saham untuk tujuan yang nantinya digunakan memberikan insentif kepada pimpinan di lingkungan BBTN," kata Pahala di Jakarta, Kamis (12/3/2020).

Pahala menuturkan, tidak semua pimpinan akan memperoleh saham. Pemberian saham bakal dilakukan dengan kriteria tertentu.

Bila pekerja sesuai dengan kriteria, maka pekerja tersebut berhak untuk saham yang dimaksud.


"Jadi ada pemberian manfaat. Kita beli sahamnya, nanti nominasinya pada karyawan dan karyawati khususnya kepada pimpinan. Ada kriterianya yang bisa memperoleh," ucap dia.

Baca juga: Buyback Saham dan Dividen Menjadi Katalis Positif bagi Bursa

 

Selain itu, pemberian saham bakal dilakukan bila bank bersandi saham BBTN ini mencapai beberapa target rasio yang ditentukan, seperti rasio kredit macet atau NPL dan rasio dana murah (CASA).

"Kalau misalnya BTN bisa mencapai angka itu, itu (saham) akan bisa dibagikan pada para anggota manajemen. Jadi bukan dalam bentuk price list stocks," ujar Pahala.

Dia yakin, pemberian saham akan memberikan sentimen positif kepada saham BTN. Di pihak internal, pemberian saham bisa mendorong performa kerja.

Sayangnya, nilai saham tersebut belum bisa disebutkan oleh perseroan.

"Nanti akan segera ada keterbukaan informasi," pungkasnya.

Baca juga: OJK Izinkan Perusahaan Buyback Saham Tanpa RUPS

Ssbelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengizinkan semua emiten alias perusahaan publik untuk melakukan pembelian kembali (buyback) saham dengan berbagai ketentuan.

OJK menyebut, perizinan tersebut juga mencermati kondisi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak awal tahun yang terus mengalami tekanan signifikan.

Ketentuan buyback saham sendiri dituangkan dalam Surat Edaran OJK Nomor 3/SEOJK.04/2020 tanggal 9 Maret 2020 tentang Kondisi Lain Sebagai Kondisi Pasar Yang Berfluktuasi Secara Signifikan Dalam Pelaksanaan Pembelian Kembali Saham Yang Dikeluarkan Oleh Emiten Atau Perusahaan Publik.

Dalam surat edaran disebutkan, buyback saham bisa dilakukan tanpa terlebih dahulu mendapat persetujuan pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Sementara jumlah saham yang dapat dibeli kembali bisa lebih dari 10 persen dari modal disetor.

Paling banyak bisa 20 persen dari modal yang disetor, dengan ketentuan paling sedikit saham yang beredar 7,5 persen dari modal disetor.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pegadaian Bukukan Laba Bersih Rp 1,4 Triliun pada Kuartal I 2024

Pegadaian Bukukan Laba Bersih Rp 1,4 Triliun pada Kuartal I 2024

Whats New
Program Makan Siang Gratis Butuh 6,7 Ton Beras Per Tahun, Bulog Tunggu Arahan Pemerintah

Program Makan Siang Gratis Butuh 6,7 Ton Beras Per Tahun, Bulog Tunggu Arahan Pemerintah

Whats New
BTN Cetak Laba Bersih Rp 860 Miliar pada Kuartal I 2024

BTN Cetak Laba Bersih Rp 860 Miliar pada Kuartal I 2024

Whats New
Bulog Siap Jadi Pembeli Gabah dari Sawah Hasil Teknologi Padi China

Bulog Siap Jadi Pembeli Gabah dari Sawah Hasil Teknologi Padi China

Whats New
Bulog Baru Serap 633.000 Ton Gabah dari Petani, Dirut: Periode Panennya Pendek

Bulog Baru Serap 633.000 Ton Gabah dari Petani, Dirut: Periode Panennya Pendek

Whats New
Dari Perayaan HUT hingga Bagi-bagi THR, Intip Kemeriahan Agenda PUBG Mobile Sepanjang Ramadhan

Dari Perayaan HUT hingga Bagi-bagi THR, Intip Kemeriahan Agenda PUBG Mobile Sepanjang Ramadhan

Rilis
INACA: Iuran Pariwisata Tambah Beban Penumpang dan Maskapai

INACA: Iuran Pariwisata Tambah Beban Penumpang dan Maskapai

Whats New
Bank DKI Sumbang Dividen Rp 326,44 Miliar ke Pemprov DKI Jakarta

Bank DKI Sumbang Dividen Rp 326,44 Miliar ke Pemprov DKI Jakarta

Whats New
OASA Bangun Pabrik Biomasa di Blora

OASA Bangun Pabrik Biomasa di Blora

Rilis
Pengumpulan Data Tersendat, BTN Belum Ambil Keputusan Akuisisi Bank Muamalat

Pengumpulan Data Tersendat, BTN Belum Ambil Keputusan Akuisisi Bank Muamalat

Whats New
Cara Hapus Daftar Transfer di Aplikasi myBCA

Cara Hapus Daftar Transfer di Aplikasi myBCA

Work Smart
INA Digital Bakal Diluncurkan, Urus KTP hingga Bayar BPJS Jadi Lebih Mudah

INA Digital Bakal Diluncurkan, Urus KTP hingga Bayar BPJS Jadi Lebih Mudah

Whats New
Suku Bunga Acuan BI Naik, Anak Buah Sri Mulyani: Memang Kondisi Global Harus Diantisipasi

Suku Bunga Acuan BI Naik, Anak Buah Sri Mulyani: Memang Kondisi Global Harus Diantisipasi

Whats New
Ekonom: Kenaikan BI Rate Bakal 'Jangkar' Inflasi di Tengah Pelemahan Rupiah

Ekonom: Kenaikan BI Rate Bakal "Jangkar" Inflasi di Tengah Pelemahan Rupiah

Whats New
Menpan-RB: ASN yang Pindah ke IKN Bakal Diseleksi Ketat

Menpan-RB: ASN yang Pindah ke IKN Bakal Diseleksi Ketat

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com