Kompas.com - 13/03/2020, 05:13 WIB
Pahala Mansury saat ditemui di Plaza Indonesia, Sabtu (23/11/2019) KOMPAS.com/Rina Ayu LarasatiPahala Mansury saat ditemui di Plaza Indonesia, Sabtu (23/11/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk nampaknya masih mengkaji aksi buyback saham secara internal.

Sebab, belum ada tanggapan BTN yang menyebutkan buyback secara langsung.

Direktur Utama BTN Pahala Nugraha Mansury mengatakan, perseroan akan melakukan pembelian saham untuk memberikan insentif kepada para pimpinan, seperti di jajaran manajerial.

Baca juga: IHSG Jeblok, BUMN Pertimbangkan Buyback Saham

Namun dia tidak menjelaskan aksi ini termasuk buyback saham yang diperintahkan oleh Menteri BUMN, Erick Thohir.

"Terkait mengenai kemungkinan melakukan pembelian saham, mungkin yang akan dilakukan Bank BTN adalah pembelian saham untuk tujuan yang nantinya digunakan memberikan insentif kepada pimpinan di lingkungan BBTN," kata Pahala di Jakarta, Kamis (12/3/2020).

Pahala menuturkan, tidak semua pimpinan akan memperoleh saham. Pemberian saham bakal dilakukan dengan kriteria tertentu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bila pekerja sesuai dengan kriteria, maka pekerja tersebut berhak untuk saham yang dimaksud.


"Jadi ada pemberian manfaat. Kita beli sahamnya, nanti nominasinya pada karyawan dan karyawati khususnya kepada pimpinan. Ada kriterianya yang bisa memperoleh," ucap dia.

Baca juga: Buyback Saham dan Dividen Menjadi Katalis Positif bagi Bursa

 

Selain itu, pemberian saham bakal dilakukan bila bank bersandi saham BBTN ini mencapai beberapa target rasio yang ditentukan, seperti rasio kredit macet atau NPL dan rasio dana murah (CASA).

"Kalau misalnya BTN bisa mencapai angka itu, itu (saham) akan bisa dibagikan pada para anggota manajemen. Jadi bukan dalam bentuk price list stocks," ujar Pahala.

Dia yakin, pemberian saham akan memberikan sentimen positif kepada saham BTN. Di pihak internal, pemberian saham bisa mendorong performa kerja.

Sayangnya, nilai saham tersebut belum bisa disebutkan oleh perseroan.

"Nanti akan segera ada keterbukaan informasi," pungkasnya.

Baca juga: OJK Izinkan Perusahaan Buyback Saham Tanpa RUPS

Ssbelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengizinkan semua emiten alias perusahaan publik untuk melakukan pembelian kembali (buyback) saham dengan berbagai ketentuan.

OJK menyebut, perizinan tersebut juga mencermati kondisi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak awal tahun yang terus mengalami tekanan signifikan.

Ketentuan buyback saham sendiri dituangkan dalam Surat Edaran OJK Nomor 3/SEOJK.04/2020 tanggal 9 Maret 2020 tentang Kondisi Lain Sebagai Kondisi Pasar Yang Berfluktuasi Secara Signifikan Dalam Pelaksanaan Pembelian Kembali Saham Yang Dikeluarkan Oleh Emiten Atau Perusahaan Publik.

Dalam surat edaran disebutkan, buyback saham bisa dilakukan tanpa terlebih dahulu mendapat persetujuan pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Sementara jumlah saham yang dapat dibeli kembali bisa lebih dari 10 persen dari modal disetor.

Paling banyak bisa 20 persen dari modal yang disetor, dengan ketentuan paling sedikit saham yang beredar 7,5 persen dari modal disetor.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.