Kompas.com - 14/03/2020, 15:28 WIB
Suasana keramaian penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, Jumat (14/2/2020). Mulai Kamis (13/2/2020), malam hari dilakukan rekayasa pola operasi KRL hingga tanggal 23 Februari mendatang hal tersebut sebabkan penumpukan penumpang. KOMPAS.com/M ZAENUDDINSuasana keramaian penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, Jumat (14/2/2020). Mulai Kamis (13/2/2020), malam hari dilakukan rekayasa pola operasi KRL hingga tanggal 23 Februari mendatang hal tersebut sebabkan penumpukan penumpang.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) melakukan langkah antisipatif penyebaran wabah virus corona. Bagi penumpang yang kedapatan menderita gejala demam tinggi, dilarang untuk naik kereta api, termasuk KRL.

"Yah termasuk KRL juga, jadi kalau lagi demam tinggi, tidak kita perkenankan naik kereta api," jelas Vice President Public Relations PT KAI Yuskal Setiawan kepada Kompas.com, Sabtu (14/3/2020).

KAI meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan sejumlah tindakan preventif untuk mengantisipasi potensi penularan wabah virus Corona bagi pengguna moda transportasi, baik krl maupun kereta jarak jauh.

Selain itu untuk langkah pencegahan lainnya, lanjut dia, KAI juga menyediakan masker dan pembersih tangan (hand sanitizer) untuk penumpang.

Baca juga: Terdampak Corona, OJK Izinkan UMKM Tunda Bayar Utang

Jumlah masker yang dibagikan setiap hari sebanyak 65.250 lembar. Sementara itu, hand sanitizer yang disediakan sebanyak 696 unit yang tersebar di stasiun-stasiun besar. Kemudian, KAI juga menyediakan hand sanitizer di dalam kereta sebanyak 390 unit.

Sementara untuk khusus untuk kereta jarak jauh, Yuskal menjelaskan, KAI memberikan alternatif pengembalian tiket atau refund bagi penumpang kereta yang tengah dalam kondisi sakit.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tiketnya bagi yang tak boleh masuk stasiun, kita kembalikan atau bisa refund. Nggak boleh naik kereta kalau suhunya tinggi, artinya tidak boleh berangkat," ujar Yuskal.

Sebagai informasi, Pemerintah Indonesia sejauh ini telah mengumumkan 35 kasus baru virus corona Covid-19 pada Jumat (13/3/2020).

Dengan bertambahnya kasus baru tersebut, total kasus virus corona Covid-19 di Indonesia menjadi berjumlah 69 orang.

Baca juga: Mudik Gratis Dihantui Corona, Kendaraan Pribadi Bisa Membludak

Dari 69 pasien yang dikonfirmasi, dua di antaranya merupakan balita. Kedua pasien tersebut merupakan kasus ke-49 dan kasus ke-54. Pasien kasus ke-49 berusia tiga tahun berjenis kelamin laki-laki. Ia dilaporkan dalam kondisi nampak sakit ringan sedang.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X