Antisipasi Penyebaran Corona, IPC Tutup Museum Maritim Indonesia Selama 2 Minggu

Kompas.com - 15/03/2020, 09:37 WIB
Salah satu diorama yang berada di Museum Maritim Indonesia, Jakarta Utara, Jumat (7/12/2018). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DSalah satu diorama yang berada di Museum Maritim Indonesia, Jakarta Utara, Jumat (7/12/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com – PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC menutup aktivitas Museum Maritim Indonesia selama dua minggu ke depan dan penutupan ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Corona.

“Terhitung mulai hari ini Sabtu (14/3/2020) hingga 27 Maret 2020, Museum Maritim Indonesia tidak menerima kunjungan masyarakat, dan membatalkan semua agenda yang melibatkan masyarakat. Hal ini kami lakukan untuk mengurangi interaksi warga di tempat-tempat publik,” kata Direktur Transformasi IPC, Ogi Rulino melalui keterangan resmi yang diterima Kompas.com.

Selama penutupan, pengelola akan melakukan sterilisasi semua fasilitas dan area museum.

Baca juga: Ini Daftar Stimulus Ekonomi untuk Redam Dampak Corona

Museum Maritim Indonesia merupakan satu dari sedikit lokasi di Pelabuhan Tanjung Priok yang terbuka untuk umum. Sebagai obyek vital negara, sebagian besar area di Pelabuhan Tanjung Priok merupakan area terbatas (restricted area). Namun Museum Maritim Indonesia sengaja didedikasikan untuk masyarakat, sebagai sarana edukasi sejarah kemaritiman di Indonesia.

Museum Maritim Indonesia dibuka secara resmi pada Desember 2018. Di museum tersebut tersimpan berbagai artefak yang menjelaskan sejarah kemaritiman di Indonesia.

Biasanya, masyarakat bisa mengunjungi museum pada hari Selasa hingga Minggu. Pengunjung yang datang berasal dari beragam latar belakang. Namun berdasarkan catatan, pengunjung terbanyak berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa, baik dari Jakarta maupun luar Jakarta.

Ogi mengatakan, jika situasi membaik Museum Maritim Indonesia akan kembali dibuka untuk masyarakat umum. Nantinya setiap pengunjung yang datang akan dicek suhu tubuhnya dengan menggunakan alat pemindai suhu tubuh (thermal scanner).

“IPC berkepentingan memastikan bahwa Museum Maritim Indonesia aman dikunjungi masyarakat. Di sisi lain, kami juga harus memastikan bahwa setiap pengunjung nantinya steril dari virus Corona, sehingga keberadaannya tidak berisiko bagi pengunjung lain,” ujarnya.

Baca juga: Kiat Berinvestasi Di Tengah Mewabahnya Virus Corona

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X