ASN Kerja dari Rumah, Driver Ojol Belum Rasakan Penurunan Penumpang

Kompas.com - 16/03/2020, 16:11 WIB
Pengemudi ojek online menunggu penumpang di Kawasan Stasiun Sudirman, Jakarat Pusat, Rabu (11/3/2020). Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi menaikan tarif ojek online untuk zona 2 atau wilayah Jabodetabek pada 16 Maret 2020. Kemenhub memutuskan untuk menaikan tarif batas bawah (TBB) ojol sebesar Rp 250 per kilometer (km) menjadi Rp 2.250 per km, dari sebelumnya Rp 2.000 per km. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPengemudi ojek online menunggu penumpang di Kawasan Stasiun Sudirman, Jakarat Pusat, Rabu (11/3/2020). Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi menaikan tarif ojek online untuk zona 2 atau wilayah Jabodetabek pada 16 Maret 2020. Kemenhub memutuskan untuk menaikan tarif batas bawah (TBB) ojol sebesar Rp 250 per kilometer (km) menjadi Rp 2.250 per km, dari sebelumnya Rp 2.000 per km.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah memperbolehkan Aparatur Sipil Negara (ASN) bekerja dari rumah atau work from home untuk mencegah penularan virus corona.

Bukan hanya ASN, berbagai perusahaan juga memutuskan untuk memperlakukan kebijakan yang sama kepada karyawannya.

Merespon kebijakan tersebut, Presidium Gabungan Transportasi Roda Dua (Garda) Indonesia Igun Wicaksono mengatakan, pihaknya belum menerima keluhan terkait penurunan penumpang ojek online dari para driver.

Baca juga: Batal Umrah karena Corona, Bagaimana Visa dan Biaya yang Terlanjur Dibayar?

"Sejauh ini belum ada penurunan. Karena ini perhari pertama ya, dari penerapan kegiatan di rumah saja," ujarnya kepada Kompas.com, Senin (16/3/2020).

Lebih lanjut, Igun menyebutkan, justru sempat terjadi lonjakan permintaan ojol pada pagi hari ini.

Hal ini diakibatkan adanya kebijakan pembatasan moda transportasi umum yang dikelola Pemerintah Provinsi DKI Jakarta seperti Trans Jakarta, LRT, dan MRT, sehingga sempat menyebabkan antrian panjang.

"Tadi pagi sempat tejadi penumpukan penumpang di beberapa shelter busway. Disitu banyak penumpang yang beralih ke ojol. Terjadi limpahan," tuturnya.

Baca juga: Pengusaha: Kerja dari Rumah Saat Ini Jadi Prioritas

Kendati demikian, Igun mengakui bahwa pada sepekan lalu sempat terjadi penurunan permintaan ojol.

Menurutnya, hal ini diakibatkan kekhawatiran masyarakat terhadap isu penyebaran virus corona.

"Seminggu lalu ada penurunan, penurunannya itu disebabkan karena beredar update pasien positif corona terus bertambah," ucap dia.

Baca juga: ASN Boleh Kerja dari Rumah hingga 31 Maret 2020



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X