Kerja di Rumah, ASN Tetap Dapat Tunjangan Kinerja

Kompas.com - 16/03/2020, 16:28 WIB
Menpan RB Tjahjo Kumolo bersama jajaran eselon kementerian membacakan Surat Edaran (SE) secara live streaming di akun Youtube resmi Kemenpan RB, Senin (16/3/2020). Dok. Youtube Kemenpan RBMenpan RB Tjahjo Kumolo bersama jajaran eselon kementerian membacakan Surat Edaran (SE) secara live streaming di akun Youtube resmi Kemenpan RB, Senin (16/3/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo mengizinkan Aparatur Sipil Negara (ASN) bekerja di rumah hingga 31 Maret 2020 mendatang.

Sama seperti bekerja di kantor, Tjahjo menuturkan ASN yang bekerja di rumah tetap mendapat tunjangan kinerja dari pemerintah.

Hal itu disampaikannya melalui Surat Edaran (SE) Menteri PANRB No.19 Tahun 2020 yang dibacakan secara live streaming di akun Youtube resmi Kemenpan RB, Senin (16/3/2020).

"Pemerintah tetap memberikan tunjangan kinerja bagi ASN yang melakukan tugas kedinasan bekerja di rumah atau tempat tinggalnya," kata Tjahjo dalam konferensi video, Senin (16/3/2020).

Baca juga: ASN Kerja dari Rumah, Driver Ojol Belum Rasakan Penurunan Penumpang

Adapun ASN yang bekerja di rumah hingga batas waktu 31 Maret 2020 itu akan diatur secara selektif oleh Penjabat Pembina Kepegawaian (PPK) baik di Kementerian/Lembaga (K/L) pusat dan daerah masing-masing.

Penjabat pembina tersebut pun wajib untuk mempertimbangkan beberapa hal, seperti mencermati peta sebaran virus corona yang dikeluarkan pemerintah.

Begitu pun memperhatikan domisili pegawai, dan memperhatikan kondisi serta kesehatan pegawai maupun keluarga pegawai baik yang dipantau, diduga, dalam pengawasan, dalam koordinasi, dan sebagainya.

"Kemudian, dicermati juga berkaitan dengan riwayat perjalanan ke luar negeri pegawai dalam 14 hari terakhir, riwayat komunikasi dengan penderita yang sudah terkonfirmasi, serta efektifitas pelaksanana tugas dan pelayanan unit organisasi," ujar Tjahjo.

Lebih lanjut, dia menegaskan, ASN yang bekerja di rumah harus berada di rumah melakukan tugas dinasnya kecuali dalam keadaan mendesak yang mengharuskan keluar dari rumah.

"Kecuali dalam keadaan mendesak seperti harus memenuhi kebutuhan rumah tangga, antara lain kebutuhan pangan, kesehatan, atau keselamatan. Harus melaporkan kepada atasannya masing-masing," sebut Tjahjo.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X