Pasar Saham AS Kembali Tenggelam, Dow Jones Anjlok 12,9 Persen

Kompas.com - 17/03/2020, 06:32 WIB
Ilustrasi New York Stock Exchange Thinkstockphotos.comIlustrasi New York Stock Exchange

NEW YORK, KOMPAS.com - Harga saham-saham di pasar saham Amerika Serikat, Wall Street kembali berguguran pada perdagangan Senin (16/3/2020).

Indeks Dow Jones Industrial Avarage pun mencatatkan kinerja terburuknya sejak Black Monday 1987, bahkan setelah bank sentral Amerika Serikat the Federal Reserve menyatakan bakal memberikan stimulus untuk mengurangi dampak perlambatan ekonomi akibat epidemik virus corona.

Dikutip dari CNBC,  Dow Jones ditutup melemah 2.997,10 poin atau 12,9 persen di 20.188,52. 30 saham yang ada di dalam indeks tersebut masing-masing merosot lebih dari 3.000 poin di akhir perdagangan.

Baca juga: Lanjutkan Pelemahan, IHSG Ditutup Turun 4,42 Persen

Adapun indeks S&P 500 juga anjlok 12 persen menjadi 2.386,13 poin, level terendah sejak Desember 2018 dan indeks Nasdaq Composite ditutup merosot 12,3 persen menjadi 6.904,59.

"Pasar tengah mengambil jeda usai The Fed mengambil langkah historis dan Covid-19 masih mendominasi pemberitaan," ujar Executive Director Instinet Frank Cappelleri.

"Seiring dengan pemberitaan yang kian memburuk dan harga saham menunjukkan hal-hal yang hanya kami lihat beberapa kali seumur hidup, menjadi sangat mustahil untuk menjaga hal-hal ini tetap dalam perspektif," ujar Cappelleri.

"Kita tidak bisa menampik fakta, kita tengah menghadapi isu yang lebih besar dari sekadar ekonomi," jelas dia.

Baca juga: BPJamsostek Siap Masuk Ke Pasar Modal untuk Borong Saham

Saham-saham utama sebagian besar jatuh ke titik terendah saat penutupan perdagangan usai Presiden Donald Trump menyatakan, persebaran virus akan berada pada titik terburuk hingga Agustus. Dia juga mengatakan kepada wartawan yang meliput dirinya, Amerika Serikat mungkin akan masuk ke jurang resesi.

Koreksi harga saham pada Senin ini membuat Dow Jones terperosok 31,7 persen dari poin tertingginya, sementara S&P 500 dan Nasdaq masing-masing 29 persen dari rekor tertingginya bulan lalu. Dow Jones jatuh ke titik terendahnya sejak 2017.

Anjloknya Dow Jones merupakan yang terburuk sejak tiga dekade yang lalu. Kala itu, indeks tertua di dunia tersebut terkoreksi sebesar 22 persen. Adapun anjloknya Dow Jones pada perdagangan Senin lebih besar dari perdagangan Kamis pekan lalu di mana indeks tersebut terkoreksi 9,99 persen.

Baca juga: 2 Rahasia Sukses Pebisnis dan Trader Saham



Sumber CNBC
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X