PPATK Berlakukan Kerja dari Rumah untuk Cegah Penyebaran Corona

Kompas.com - 17/03/2020, 11:15 WIB
Ilustrasi bekerja di rumah omgimagesIlustrasi bekerja di rumah
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memberlakukan kerja dari rumah atau Work From Home (WFH).

Hal ini tindak lanjut melaksanakan kesiapsiagaan, deteksi pencegahan dan penaggulangan penyebaran virus corona atau Covid-19

Wakil Kepala PPATK Dian Ediana Rae menjelaskan, sistem kerja dari rumah mempertimbangkan jenis pekerjaan yang dilakukan pegawai, peta sebaran Covid-19 yang dikeluarkan pemerintah, domisili pegawai, riawayat perjalanan luar dan kondisi kesehatan pegawai.

Baca juga: Rupiah Tembus Rp 15.000 Per Dollar AS, Terlemah Sejak Oktober 2018

"Pertimbangan lainnya adalah transportasi publik yang digunakan dan efektivitas pelaksanaan tugas dan pelayanan unit organisasi," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Selasa (17/3/2020).

Ia juga mengatakan, pelaksanaan WFH ini telah dimulai sejak Senin (16/3/2020) yang lalu hingga Selasa, (31/3/2020) dan juga berlaku bagi pemberi jasa pengamanan, pengemudi, pramubakti, ajudan dan protokol baik secara keseluruhan maupun bergantian.

Meski begitu karyawan yang mendapat penugasan kerja di rumah harus tetap melaksanakan pekerjaannya.

Baca juga: Cegah Corona, Pegadaian Semprot Kantornya dengan Desinfektan

"Pegawai yang mendapatkan penugasan WFH juga harus melaksanakan pekerjaan sesuai dengan rencana kerja yang disepakati dengan atasan langsung serta melaporkan hasil kerjanya secara periodik," kata dia.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, PPATK juga menunda atau membatalkan rencana pegawai yang akan melakukan perjalanan dinas dalam negeri maupun di luar negeri.

Selain itu, pendidikan dan pelatihan kepada pihak internal dan eksternal PPATK ditunda sementara rapat tetap dipilah dan dilakukan secara selektif.

"Penyelenggaraan rapat-rapat dengan pihak lain dilakukan secara sangat selektif sesuai tingkat prioritas dan urgensi yang harus diselesaikan dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi melalui media elektronik yang tersedia," kata dia.

Baca juga: Apa Cukup Beras Bulog Jika Terjadi Lockdown?



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Terakhir Peserta Kartu Prakerja Beli Pelatihan, Ini Cara dan Tipsnya

Hari Terakhir Peserta Kartu Prakerja Beli Pelatihan, Ini Cara dan Tipsnya

Whats New
Pemerintah Buka Peluang Tanggung Airport Tax Hingga Juni 2021

Pemerintah Buka Peluang Tanggung Airport Tax Hingga Juni 2021

Whats New
Listrik di Ibu Kota Baru Akan Dibuat Tak Pernah Padam

Listrik di Ibu Kota Baru Akan Dibuat Tak Pernah Padam

Whats New
Tak Terpengaruh Resesi, Realisasi Investasi Belanda di RI Capai 500 Juta Dollar AS

Tak Terpengaruh Resesi, Realisasi Investasi Belanda di RI Capai 500 Juta Dollar AS

Whats New
Sebut Vaksin Tak Serta Pulihkan Ekonomi, Sri Mulyani: Secara Mental Kita Harus Bersiap...

Sebut Vaksin Tak Serta Pulihkan Ekonomi, Sri Mulyani: Secara Mental Kita Harus Bersiap...

Whats New
Dihantam Covid-19, Matahari Terpaksa Tutup Toko dan Rugi Rp 617 Miliar

Dihantam Covid-19, Matahari Terpaksa Tutup Toko dan Rugi Rp 617 Miliar

Whats New
Meningkat di Tengah Pandemi, Kekayaan Global Tembus 400 Triliun Dollar AS

Meningkat di Tengah Pandemi, Kekayaan Global Tembus 400 Triliun Dollar AS

Whats New
Simak Saham-saham yang Bisa Dilirik Tahun 2021

Simak Saham-saham yang Bisa Dilirik Tahun 2021

Earn Smart
2 Dirut BUMN PT PAL Berturut-turut Tersandung Korupsi

2 Dirut BUMN PT PAL Berturut-turut Tersandung Korupsi

Whats New
Ini 3 Masalah Utama yang Harus Diselesaikan agar UMKM Bisa Naik Kelas

Ini 3 Masalah Utama yang Harus Diselesaikan agar UMKM Bisa Naik Kelas

Smartpreneur
Sudah Lewat Masa Kritis, Realisasi Investasi Kuartal III Sentuh Rp 209 Triliun

Sudah Lewat Masa Kritis, Realisasi Investasi Kuartal III Sentuh Rp 209 Triliun

Whats New
Presiden Ingin Ada Solusi atas Kelambanan Pengembangan Industri Turunan Batu Bara

Presiden Ingin Ada Solusi atas Kelambanan Pengembangan Industri Turunan Batu Bara

Whats New
Sri Mulyani: Dari Rp 120,6 Triliun, Realisasi Insentif Pajak di Bawah Rp 30 Triliun

Sri Mulyani: Dari Rp 120,6 Triliun, Realisasi Insentif Pajak di Bawah Rp 30 Triliun

Whats New
Robert Kuok, Bos Hotel Shangri-La yang Jadi Orang Terkaya di Malaysia

Robert Kuok, Bos Hotel Shangri-La yang Jadi Orang Terkaya di Malaysia

Whats New
Skandal Korupsi 1MDB, Inggris Denda Goldman Sachs Rp 1,86 Triliun

Skandal Korupsi 1MDB, Inggris Denda Goldman Sachs Rp 1,86 Triliun

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X