Analis: Imbauan Kerja dari Rumah Saja Tidak Cukup

Kompas.com - 17/03/2020, 11:53 WIB
Suasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018). IHSG dibuka pada 6.381,18 naik 22,56 poin dibandingkan penutupan perdagangan Jumat lalu. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGSuasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018). IHSG dibuka pada 6.381,18 naik 22,56 poin dibandingkan penutupan perdagangan Jumat lalu.
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Analis sekaligus kepala Riset MNC Sekuritas Edwin Sebayang menilai imbauan kerja dari rumah saja tidak cukup untuk menepis kekhawatiran penyebaran wabah virus corona.

Sebab kata dia, meski ada imbauan kerja dari rumah, beberapa perusahaan masih ada yang mengharuskan pekerjanya datang ke kantor.

“Itu baru imbauan, tidak cukup. Pemerintah sengaja membuat kalimat ambigu karena pemerintah masih takut dengan kondisi ekonomi investasi dan pariwisatanya," ujarnya di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (16/3/2020).

Baca juga: Cegah Penyebaran Corona, Pencairan Bantuan PKH Dipercepat

Edwin menilai pemerintah belum maksimal mengambil kebijakan terkait virus corona di luar sektor ekonomi.

Dengan masih adanya sentimen negatif terkait wabah virus corona, Edwin menilai sektor ekonomi akan tetap terdampak.

“Ini pasti kita lihat bagaimana yang terjangkit dan meninggal (akibat wabah virus corona). Dari sisi pemerintah tidak mau lockdown karena terkait dengan kepentingan ekonomi dan pariwisata,” kata dia.

Baca juga: Kerja di Rumah karena Virus Corona? Simak 5 Tips Ini

Kebijakan lockdown sudah diterapkan di Italia. Edwin menilai Italia lebih memikirkan nasib warganya ketimbang merosotnya ekonomi dan pariwisata.

Ia mengatakan, jika di Indonesia mau melakukan hal yang sama, pemerintah harus berkomitmen penuh. Namun ia mengaku ragu apakah pemerintah mampu menerapkan hal tersebut atau tidak.

“Jadi kalau mau lockdown masyarakat enggak boleh keluar, toko enggak boleh buka tapi harus dibantu sembako ke setiap pintu. Tapi apa sanggup?,” kata dia.

Baca juga: Hadapi Corona, Airlangga: Pangan Tidak Boleh Kurang, Itu Arahan Presiden!

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X