Dua Bank Kucurkan Rp 225 Miliar untuk Perusahaan Pembiayaan Smart Finance

Kompas.com - 17/03/2020, 14:32 WIB
Ilustrasi kredit mobil istimewaIlustrasi kredit mobil

JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan pembiayaan PT Smart Multi Finance mendapatkan kucuran kredit modal kerja dari dua bank, yaitu PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dan Bank Sahabat Sampoerna.

Kedua bank masing-masing mengucurkan kredit sebesar Rp 175 miliar dan Rp 50 miliar.

Business Director Smart Finance Jackson Lim mengatakan, komitmen kredit tersebut diberikan dengan tenor empat tahun dan dapat dicairkan dalam waktu 12 bulan.

Baca juga: OJK: Total Aset Perusahaan Pembiayaan Tumbuh 2,6 Persen Sepanjang 2019

Pada Januari lalu, pihaknya juga mendapatkan gelontoran dana Rp 100 miliar dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

“Sebelumnya, kami juga telah bekerja sama dengan banyak bank seperti BRI, Bank Mega Syariah, Bank Ina, BTPN, BJB dan beberapa bank lainnya,” jelas Jackson dalam keterangannya, Selasa (17/3/2020).

Menurut Jackson, kucuran dana dari tiga bank tersebut akan difokuskan untuk pemenuhan kebutuhan pembiayaan modal kerja segmen Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta kredit multi guna di wilayah Indonesia timur, seperti Papua, Papua Barat, Sulawesi, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Kalimantan.

Baca juga: Perusahaan Pembiayaan Paling Banyak Dilaporkan soal Debt Collector, Ini Jawaban Asosiasinya

Selain itu, kredit juga akan dikucurkan di kawasan Sumatera (Lampung, Jambi, dan Pekanbaru), Jawa Timur, serta DKI Jakarta.

Smart Finance optimistis dana sebesar itu akan terserap habis untuk memenuhi berbagai kebutuhan modal kerja maupun multiguna. Sebab, potensi pembiayaan khususnya sektor UMKM di sana terbilang masih cukup tinggi.

“Untuk memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat seperti kepemilikan rumah, pernikahan, sekolah, serta konsumtif lainnya, kami menawarkan produk unggulan kredit multi guna, yaitu Multi Purpose Finance dengan agunan BPKB mobil dan motor,” terang Jackson.

Ia mengatakan, pada 2020 perseroan hanya memasang target peningkatan pembiayaan pada angka konservatif 7 persen atau sebesar Rp 800 miliar. Mengingat, banyak tantangan yang memicu perlambatan ekonomi, termasuk penyebaran virus corona.

Baca juga: Banyak Perusahaan Pembiayaan yang Lakukan Multipledging

Selain kredit modal kerja dan multi guna, selama ini Smart Finance fokus pada pembiayaan otomotif roda empat maupun dua. Adapun komposisinya, sebesar 75 persen roda empat dan 25 persen roda dua.

“Kita tidak akan terlalu ekspansif dengan membuka kantor cabang atau produk baru, hanya fokus di bisnis yang sudah ada, yaitu pembiayaan modal kerja dan multi guna dengan agunan BPKB mobil dan motor,” terang Jackson.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X