Harga Jual Produk Olefin Turun Pengaruhi Pendapatan Chandra Asri

Kompas.com - 17/03/2020, 21:16 WIB
Presiden Joko Widodo meresmikan pengoperasian pabrik baru polyethylene PT Chandra Asri Petrochemical Tbk di Cilegon, Banten, Jumat (6/12/2019). KOMPAS.com/IhsanuddinPresiden Joko Widodo meresmikan pengoperasian pabrik baru polyethylene PT Chandra Asri Petrochemical Tbk di Cilegon, Banten, Jumat (6/12/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Laba bersih dan pendapatan PT Chandra Asri Petrichemical Tbk (TPIA) kompak mengalami penurunan sepanjang tahun 2019.

Tahun lalu, emiten petrokimia ini membukukan pendapatan bersih sebesar 1,88 miliar dollar AS. Realisasi ini turun 26 persen dibandingkan dengan pencapaian pendapatan pada tahun lalu yang mencapai 2,54 miliar dollar AS.

Direktur SDM & Urusan Korporat dan Sekretaris Perusahaan Chandra Asri, Suryandi mengatakan turunnya pendapatan bersih tidak lepas dari harga penjualan rata-rata produk yang lebih rendah terutama untuk produk olefin.

Baca juga: Chandra Asri Petrochemical Dapat Insentif Pajak Bangun Pabrik Baru

Selain itu, harga penjualan rata-rata Ethylene juga turun menjadi 861 dollar AS per ton dari sebelumnya 1.163 dollar AS per ton pada 2018. Pun begitu dengan harga jual rata-rata dari Polyethylene yang turun menjadi 1.047 dollar AS per ton.

Turunnya pendapatan bersih juga imbas dari adanya Turnaround Maintenance (TAM) terjadwal pada Agustus-September 2019 sehingga menyebabkan volume penjualan TPIA pada 2019 menjadi lebih rendah.

Namun, TPIA berhasil mempersingkat waktu TAM dari perkiraan awal selama 55 hari menjadi hanya 51 hari.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adapun volume penjualan emiten konstituen Indeks Kompas100 ini hanya sebesar 1.942 kilo ton (KT) sepanjang 2019.

Baca juga: Ekspansi Bisnis, Chandra Asri Petrochemical Dapat Fasilitas Kredit

Jumlah ini turun tipis 9,3 persen bila dibandingkan dengan volume penjualan pada tahun 2018 yang mencapai 2.141 KT.

“Namun TAM ini merupakan bagian operational excellences, sehingga diharapkan proses produksi selama empat sampai lima tahun lagi tidak ada gangguan,” ujar Suryandi di Jakarta, Selasa (17/3).

TPIA berhasil menekan beban pokok pendapatan sebesar 20,6 persen menjadi 1,70 miliar dollar AS.

Penurunan beban pokok pendapatan ini terutama disebabkan biaya bahan baku, terutama Naphtha, yang turun sekitar 17 persen dari 650 dollar AS per ton menjadi 542 dollar AS per ton, sejalan dengan turunnya harga minyak mentah Brent sebesar 10 persen secara tahunan.

Baca juga: Ekspansi Pabrik Genjot Bisnis Chandra Asri

TPIA membukukan laba kotor sebesar 171,1 juta dollar AS atau lebih rendah 56,2 persen dibandingkan realisasi pada 2018. Sementara pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) turun menjadi 180,1 juta dollar AS pada 2019. (Akhmad Suryahadi)

 

Berita ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Ini penyebab turunnya pendapatan dan laba bersih Chandra Asri (TPIA) pada 2019

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.