Harga Jual Produk Olefin Turun Pengaruhi Pendapatan Chandra Asri

Kompas.com - 17/03/2020, 21:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Laba bersih dan pendapatan PT Chandra Asri Petrichemical Tbk (TPIA) kompak mengalami penurunan sepanjang tahun 2019.

Tahun lalu, emiten petrokimia ini membukukan pendapatan bersih sebesar 1,88 miliar dollar AS. Realisasi ini turun 26 persen dibandingkan dengan pencapaian pendapatan pada tahun lalu yang mencapai 2,54 miliar dollar AS.

Direktur SDM & Urusan Korporat dan Sekretaris Perusahaan Chandra Asri, Suryandi mengatakan turunnya pendapatan bersih tidak lepas dari harga penjualan rata-rata produk yang lebih rendah terutama untuk produk olefin.

Baca juga: Chandra Asri Petrochemical Dapat Insentif Pajak Bangun Pabrik Baru

Selain itu, harga penjualan rata-rata Ethylene juga turun menjadi 861 dollar AS per ton dari sebelumnya 1.163 dollar AS per ton pada 2018. Pun begitu dengan harga jual rata-rata dari Polyethylene yang turun menjadi 1.047 dollar AS per ton.

Turunnya pendapatan bersih juga imbas dari adanya Turnaround Maintenance (TAM) terjadwal pada Agustus-September 2019 sehingga menyebabkan volume penjualan TPIA pada 2019 menjadi lebih rendah.

Namun, TPIA berhasil mempersingkat waktu TAM dari perkiraan awal selama 55 hari menjadi hanya 51 hari.

Adapun volume penjualan emiten konstituen Indeks Kompas100 ini hanya sebesar 1.942 kilo ton (KT) sepanjang 2019.

Baca juga: Ekspansi Bisnis, Chandra Asri Petrochemical Dapat Fasilitas Kredit

Jumlah ini turun tipis 9,3 persen bila dibandingkan dengan volume penjualan pada tahun 2018 yang mencapai 2.141 KT.

“Namun TAM ini merupakan bagian operational excellences, sehingga diharapkan proses produksi selama empat sampai lima tahun lagi tidak ada gangguan,” ujar Suryandi di Jakarta, Selasa (17/3).

TPIA berhasil menekan beban pokok pendapatan sebesar 20,6 persen menjadi 1,70 miliar dollar AS.

Penurunan beban pokok pendapatan ini terutama disebabkan biaya bahan baku, terutama Naphtha, yang turun sekitar 17 persen dari 650 dollar AS per ton menjadi 542 dollar AS per ton, sejalan dengan turunnya harga minyak mentah Brent sebesar 10 persen secara tahunan.

Baca juga: Ekspansi Pabrik Genjot Bisnis Chandra Asri

TPIA membukukan laba kotor sebesar 171,1 juta dollar AS atau lebih rendah 56,2 persen dibandingkan realisasi pada 2018. Sementara pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) turun menjadi 180,1 juta dollar AS pada 2019. (Akhmad Suryahadi)

 

Berita ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Ini penyebab turunnya pendapatan dan laba bersih Chandra Asri (TPIA) pada 2019

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah Bakal Tambah Bansos, Ada untuk Anak Yatim

Pemerintah Bakal Tambah Bansos, Ada untuk Anak Yatim

Whats New
Jokowi: APBN Surplus Rp 106 Triliun, Pemerintah Mampu Berikan Subsidi Energi Rp 502 Triliun

Jokowi: APBN Surplus Rp 106 Triliun, Pemerintah Mampu Berikan Subsidi Energi Rp 502 Triliun

Whats New
Kemenkop Dorong Pelaku UMKM Perempuan Bentuk Koperasi

Kemenkop Dorong Pelaku UMKM Perempuan Bentuk Koperasi

Whats New
Jokowi: Inflasi Indonesia di Bawah Rata-rata ASEAN dan Negara Maju

Jokowi: Inflasi Indonesia di Bawah Rata-rata ASEAN dan Negara Maju

Whats New
Soal Kenaikan Harga Pertalite, Menteri ESDM: Masih Dibahas

Soal Kenaikan Harga Pertalite, Menteri ESDM: Masih Dibahas

Whats New
Ikut Gamescom 2022, Sandiaga Uno Targetkan Rp 60 Miliar

Ikut Gamescom 2022, Sandiaga Uno Targetkan Rp 60 Miliar

Whats New
Ingin Merdeka Finansial di Usia Muda? Simak 6 Tips Berikut

Ingin Merdeka Finansial di Usia Muda? Simak 6 Tips Berikut

Spend Smart
Di Sidang Tahunan MPR, Jokowi: UMKM Harus Terus Didukung agar Naik Kelas

Di Sidang Tahunan MPR, Jokowi: UMKM Harus Terus Didukung agar Naik Kelas

Whats New
Melenggang di Zona Hijau, Sesi I IHSG Ditutup Menguat ke 7.103,58

Melenggang di Zona Hijau, Sesi I IHSG Ditutup Menguat ke 7.103,58

Whats New
Kemenkominfo Dorong Pelaku UMKM Disabilitas Terlibat di Ekonomi Digital

Kemenkominfo Dorong Pelaku UMKM Disabilitas Terlibat di Ekonomi Digital

Whats New
Lepas 8.600 Ton Konsentrat Tembaga Milik Freeport, Bahlil: Harapannya agar 'Multiplier Effects'

Lepas 8.600 Ton Konsentrat Tembaga Milik Freeport, Bahlil: Harapannya agar "Multiplier Effects"

Whats New
Jokowi: Fundamental Ekonomi RI Baik, tapi Tetap Harus Waspada

Jokowi: Fundamental Ekonomi RI Baik, tapi Tetap Harus Waspada

Whats New
Jokowi: Tingkatkan Nilai Ekspor, Hilirisasi dan Industrialisasi SDA Harus Terus Dilakukan

Jokowi: Tingkatkan Nilai Ekspor, Hilirisasi dan Industrialisasi SDA Harus Terus Dilakukan

Whats New
Sandiaga Uno: Tidak Semua Destinasi Wisata Alami Kenaikan Tarif

Sandiaga Uno: Tidak Semua Destinasi Wisata Alami Kenaikan Tarif

Whats New
Menaker: Tidak Ada Negara Berhasil Tarik Investasi Tanpa Tenaga Kerja Produktif dan Talenta

Menaker: Tidak Ada Negara Berhasil Tarik Investasi Tanpa Tenaga Kerja Produktif dan Talenta

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.