Gojek Dikabarkan Dapat Suntikan Dana Rp 18 Triliun

Kompas.com - 18/03/2020, 05:47 WIB
Kiri-kanan: Adityo Hidayat Peneliti CfDS UGM, CEO Gojek, Kevin Alluwi,  Direktur Pemberdayaan Informatika KemKominfo Slamet Santoso, Herman Josis Mokalu - ketua umum Siberkreasi dalam sesi foto setelah acara konferensi pers di kantor Gojek Indonesia, Jumat (28/2/2020). KOMPAS.com/Putri zakia SalsabilaKiri-kanan: Adityo Hidayat Peneliti CfDS UGM, CEO Gojek, Kevin Alluwi, Direktur Pemberdayaan Informatika KemKominfo Slamet Santoso, Herman Josis Mokalu - ketua umum Siberkreasi dalam sesi foto setelah acara konferensi pers di kantor Gojek Indonesia, Jumat (28/2/2020).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Startup di bidang ride hailing yaitu Gojek dikabarkan mendapatkan suntikan dana sebesar 1,2 miliar dollar AS atau Rp 18 triliun (kurs Rp 15.000 per dollar AS) dari salah satu investor terkemuka.

Dikutip dari Bloomberg, Rabu (18/3/2020), suntikan dana ke Gojek akan digunakan untuk membiayai persaingan dengan salah satu pesaingnya yaitu Grab.

"Kami tak akan berhenti di sana saja karena kami masih melihat permintaan yang kuat di antara komunitas investasi untuk bermitra dengan kami," ujar co-CEO Andre Soelistyo dan Kevin Aluwi kepada karyawan dalam memo internalnya.

Baca juga: Menaker Pastikan Pekerja yang Jadi Suspek dan ODP Covid-19 Mendapat Upah

Tidak disebutkan dari siapa suntikan dana kepada Gojek. Hanya saja, diperkirakan dana itu berasal dari Amazon karena disebutkan sempat negosiasi terkait pendanaan. 

Adapun investasi baru tersebut membuat pendanaan Gojek pada Seri F berjumlah 3 miliar dollar AS atau sekitar Rp 46 triliun.

Pendanaan baru Gojek ini menandai salah satu kesepakatan terbesar yang muncul sejak merebaknya virus corona di China pada Januari 2020.

Baca juga: Kementerian BUMN Siapkan RS Pertamina Jaya dan Hotel Patra untuk Tangani Pasien Corona

Seperti diketahui, virus corona memperburuk ketidakpastian ekonomi dan aktivitas kesepakatan di seluruh dunia.

Gojek dan Grab bersaing di Asia Tenggara, termasuk dalam pengiriman makanan. Keduanya ingin menjadi aplikasi serba guna bagi konsumen.

Belakangan muncul kabar kedua perusahaan yang paling berharga di Asia Tenggara itu membahas kemungkinan merger, meskipun Gojek membantah laporan itu dan mengatakan tidak memiliki rencana untuk kombinasi apa pun.

Baca juga: Tembus Rp 15.000 Per Dollar AS, Ke Mana Lagi Arah Rupiah?



Sumber Bloomberg
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X