Yuk Investasi, Mumpung Harga Saham Murah

Kompas.com - 18/03/2020, 08:30 WIB
Ilustrasi saham (Pixabay) KOMPAS.com/ADE MIRANTI KARUNIA SARIIlustrasi saham (Pixabay)
Penulis Kiki Safitri
|

Sebagai informasi, akhir pekan lalu bank sentral Amerika Serikat (The Fed) kembali memangkas suku bunga hingga mendekati 0 persen dan menyuntikan likuiditas atau operasi quantitative easing (QE) sebesar 700 miliar dollar AS.

Aksi pemangkasan suku bunga ini tercatat terjadi sebanyak dua kali dalam bulan Maret ini. Langkah The Fed ini dilakukan sebagai upaya menghadapi risiko disrupsi ekonomi akibat pandemik Codiv-19.

Baca juga: Satu Pegawainya Suspect Corona, Ini Kata KKP

Analis global menilai aksi The Fed tak cukup semata-mata dalam menurunkan suku bunga, tapi harus ada langkah nyata yang diambil Pemerintah AS untuk meredam disrupsi ekonomi akibat pandemik ini.

Kondisi diperburuk oleh harga minyak dunia juga anjlok menjadi 33,9 dollar AS per barel selama pekan lalu, atau terpangkas 48,7 persen secara year to date (ytd).

Kenaikan harga minyak ini karena kesepakatan antara Rusia dengan Saudi Arabia tidak tercapai mengenai usulan pemangkasan produksi. Risiko perang minyak ini juga berpotensi menimbulkan konflik geopolitik.

Baca juga: [POPULER MONEY] Kekayaan Bos Djarum Lenyap Rp 71,3 Triliun | Pegawai BNI Positif Corona

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X