Kompas.com - 18/03/2020, 10:16 WIB
Masyarakat membeli masker di salah satu toko di Pasar Pramuka, Jakarta Timur, Selasa, (10/3/2020). Harga masker melonjak hingga kisaran harga Rp 300.000 per box. KOMPAS.com/SYAHRUL RAMDHANIMasyarakat membeli masker di salah satu toko di Pasar Pramuka, Jakarta Timur, Selasa, (10/3/2020). Harga masker melonjak hingga kisaran harga Rp 300.000 per box.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ekspor masker melonjak di tengah kekhawatiran akan penyebaran virus corona atau Covid-19 di Indonesia. Lantaran beberapa minggu terakhir terjadi kelangkaan masker, maka pemerintah memutuskan menghentikan ekspor alat kesehatan tersebut.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan terjadi peningkatan nilai ekspor untuk beberapa produk non migas, masker salah satu komoditas yang kenaikan ekspornya sangat tajam.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Yunita Rusanti menjelaskan, masker masuk dalam kategori HS 63 atau barang tekstil lainnya. Kode lengkap HS masker adalah HS 63079040. 

"Barang tekstil lainnya jumlah ekspor naik 72 juta dollar AS, itu komoditas masker masuk," ujar Yunita di Jakarta, Senin (16/3/2020).

Baca juga: BPS: Terjadi Lonjakan Ekspor Masker pada Februari 2020

BPS mencatat, ekspor masker sepanjang Januari tercatat sebesar 2,1 juta dollar AS. Kemudian pada Februari, nilai ekspor mengalami kenaikan hingga 34 kali lipat atau naik 3.480 persen yakni mencapai 75 juta dollar AS.

Sementara jika dibandingkan Februari tahun 2019, ekspor masker pada Februari 2020 mengalami kenaikan 75 kali lipat atau 74.600 persen. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Belakangan, setelah terjadi kelangkaan masker di tengah kepanikan virus corona, pemerintah memutuskan untuk menghentikan ekspor. Fenomena ekspor masker di tengah kelangkaan ini menuai kontroversi. 

Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan menerbitkan larangan dan pembatasan (Lartas) ekspor impor untuk barang masker. Kebijakan tersebut dilakukan agar kebutuhan masker masyarakat Indonesia terpenuhi.

Baca juga: Erick Thohir Bujuk China agar Kembali Kirim Bahan Baku Masker

"Kita akan terbitkan lartas produk masker untuk menjamin kebutuhan dalam negeri dan larangan ekspor. Ini disesuaikan sampe kebutuhan cukup, kalau lebih kami sesuaikan lagi," kata Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto, Jakarta, Jumat (13/3/2020).

Pasalnya, semenjak virus corona (Covid-19) merebak, kebutuhan akan barang masker begitu tinggi hingga harganya melonjak di pasaran.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.