Kompas.com - 18/03/2020, 12:52 WIB
Penumpang menggunakan masker yang dibagikan petugas kesehatan dalam sosialisasi COVID-19 di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Senin (9/3/2020). PT KAI juga menyediakan layanan klinik kesehatan di masing-masing stasiun serta melakukan pengecekan suhu tubuh menggunakan termometer kepada penumpang yang membutuhkan layanan kesehatan. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPenumpang menggunakan masker yang dibagikan petugas kesehatan dalam sosialisasi COVID-19 di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Senin (9/3/2020). PT KAI juga menyediakan layanan klinik kesehatan di masing-masing stasiun serta melakukan pengecekan suhu tubuh menggunakan termometer kepada penumpang yang membutuhkan layanan kesehatan.

“(Bahan baku masker) dari China sih belum bisa, tapi kita lagi usaha terus, karena mereka kan penghasil masker, kita lagi usaha, lagi dinegosiasikan dengan China lah,” ujar Arya dalam keterangannya, Senin (16/3/2020).

Arya menambahkan, saat ini pemerintah China telah berhasil meredam penyebaran virus corona. Atas dasar itu, dia optimistis China akan kembali menyediakan bahan baku masker bagi negara lainnya.

“Kita lihat kondisi mereka juga, kan mereka sekarang sudah mengalami penurunan masalah flu (corona) ini ya,” kata Arya.

Baca juga: Bahan Baku Langka, BUMN Ini Stop Produksi Masker

Sebelumnya, Sekretaris Perusahaan PT Rajawali Nusindo Sofyan Effendi mengatakan kalau pihaknya saat ini kesulitan memproduksi masker karena ketiadaan bahan baku yang selama ini mengandalkan dari China.

"Jadi masker yang kita produksi memang masker khusus. Ada tiga lapisan masker yang diproduksi pabrik kita di Yogyakarta, nah lapis kedua itu yang bahan terbaiknya saat ini didatangkan dari China, dan itu 70 persen (bahan baku). Sudah sekitar sebulan kita belum bisa produksi lagi," jelasnya.

Sofyan menguraikan, di tengah lonjakan permintaan masker dalam negeri, RNI Group terus berupaya mencoba mencari pemasok lain bahan baku masker selain dari China.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kita masih cari pemasok lain selain dari China. Tapi belum dapat, karena memang spesifikasi bahan bakunya sangat khusus," terang Sofyan.

(Sumber: KOMPAS.com/Rully S. Ramly, Akhdi Martin Pratama, Ade Miranti Karunia, Mutia Fauzia | Editor: Bambang P. Jatmiko, Yoga Sukmana)

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.