Mendag: Pembatasan Pembelian Bahan Pokok untuk Cegah Spekulan

Kompas.com - 19/03/2020, 08:58 WIB
Sejumlah warga membeli gula di Pasar Mardika Ambon, Selasa (17/3/2020). Harga gula di pasar ini telah menembus Rp 20.000/kg KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYSejumlah warga membeli gula di Pasar Mardika Ambon, Selasa (17/3/2020). Harga gula di pasar ini telah menembus Rp 20.000/kg

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perdagangan Agus Suparmanto buka suara soal pembatasan pembelian bahan pokok penting di tingkat ritel, mulai dari beras, gula, hingga mie instan.

Dia menuturkan, pembatasan dibutuhkan untuk mencegah spekulan yang membeli dalam jumlah banyak, yang membuat masyarakat lain merugi.

"Sisi positifnya untuk mencegah spekulan dan menstabilisasi demand suply. Belanja silakan, sesuaikan kebutuhan. jangan sampai yang antri 20orang, yang memborong 1 orang padahal dia tidak butuh semuanya dalam satu hari," kata Agus dalam konferensi video, Rabu (18/3/2020).

Baca juga: Pemerintah Pastikan Stok Bahan Pokok Terjamin dan Harga Stabil

Dia pun menuturkan, pembatasan bersifat sementara sehingga pihaknya perlu melakukan evaluasi menyesuaikan kondisi riil di masyarakat.

"Kita akan evaluasi terua melihat kondisi yang ada. Apabila tidak diperlukan lagi, akan kembali seperti semula. Ini untuk menjaga dan melindungi konsumen itu sendiri sebenarnya," terang Agus.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy N Mandey mengatakan mekanisme pengawasan bapokting telah bekerjasama dengan Satgas Pangan Polri. Pengawasan pun dilakukan oleh masing-masing peritel.

"Kami punya SOP untuk menjalankan fungsi ini. Kami akan koordinasi dengan satgas pangan jika menemukan situasi yang menimbulkan ketidaknyamanan atau menemukan pembelanjaan yang berlebihan," ujar Roy di kesempatan yang sama.

Baca juga: Pemerintah Batasi Pembelian Bahan Pangan, Ini Komentar Peritel

Adapun untuk mencegah masyarakat membeli banyak komoditas karena panic buying, pihaknya mengaku telah memasang spanduk dan memperingatkan masyarakat. Dia memastikan, peritel mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Sudah pasang spanduk supaya tidak terjadi rush atau panic buying yang dapat menimbulkan keramaian tidak normal. Kita terus koordinasi untuk pastikan semua berjalan dengan baik," pungkasnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X