Bebaskan Pajak Karyawan, Trump Segera Kucurkan Rp 7.500 Triliun

Kompas.com - 19/03/2020, 12:39 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump didampingi Wakil Presiden Mike Pence ketika memberikan keterangan pers mengenai virus corona di Gedung Putih, Washington, pada 17 Maret 2020. AFP/GETTY IMAGES NORTH AMERICA/Drew AngererPresiden Amerika Serikat Donald Trump didampingi Wakil Presiden Mike Pence ketika memberikan keterangan pers mengenai virus corona di Gedung Putih, Washington, pada 17 Maret 2020.

WASHINGTON, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat ( AS) Donald Trump telah meminta kongres menyetujui stimulus pembayaran langsung atau pembayaran pajak karyawan sebesar 500 miliar dollar AS atau Rp 7.500 triliun (asumsi kurs Rp 15.000).

Selain membebaskan pajak karyawan, Trump telah menyiapkan 50 miliar dollar AS untuk maskapai penerbangan dalam bentuk pinjaman aman.

Stimulus tersebut termasuk dalam paket 1 triliun dollar AS. Paket stimulus 1 triliun dollar AS juga termasuk 150 miliar dollar AS bantuan industri, dan 300 miliar dollar AS untuk bantuan bisnis kecil.

Baca juga: Terdampak Virus Corona, Pertumbuhan Ekonomi AS Bisa Nol Persen?

Presiden AS Donald Trump mengatakan, pembayaran bakal dikelompokkan berdasarkan pendapatan dan ukuran keluarga. Sehingga tiap keluarga mungkin akan mendapat angka yang berbeda.

"Kami melihat angka yang berbeda. Semua orang sepertinya ingin menjadi besar," kata Trump dikutip Reuters, Kamis (19/3/2020).

Adapun, pembayaran pajak maupun pembayaran langsung dilakukan dalam 2 putaran yang dimulai 6 April dan 18 April, masing-masing sekitar 250 miliar dollar AS.

Sementara hingga saat ini, para pemimpin kongres masih membicarakan nominal yang pas. Bahkan, Pemimpin Demokrat Senat Charles Schumer mengatakan nominal cek harus lebih tinggi.

Dia pun ingin pembayaran lebih sering ditargetkan kepada masyarakat yang paling membutuhkannya.

“Ini bukan waktu untuk mengambil tindakan kecil. Ini adalah waktu untuk berani, untuk menjadi agresif,” kata Schumer.

Ditunggu industri

Paket stimulus 1 triliun dollar AS itu ditunggu beberapa industri. Salah satu maskapai penerbangan, Boeing Co mengatakan pihaknya mencari pinjaman aman sekitar 60 miliar dollar AS untuk seluruh sektor manufaktur penerbangan.

Sementara maskapai penerbangan kargo dan penumpang mencari 58 miliar dollar AS dalam bentuk pinjaman dan hibah.

Trump sendiri telah memanggil kepala eksekutif Delta Air Lines (DAL.N), American Airlines (AAL.O), United Airlines (UAL.O), UPS (UPS.N) dan operator lainnya. Dia menuturkan, perusahaan penerbangan merupakan bagian penting dari kehidupan dan ekonomi sehari-hari.

"Mereka adalah bagian penting dari kehidupan kita sehari-hari dan ekonomi kita, dan bangsa ini akan ada untuk mendukung mereka," kata Gedung Putih.

Tak hanya industri penerbangan, eksekutif hotel dan industri perjalanan Amerika dari perusahaan seperti Marriott dan Hilton sudah bertemu dengan Trump untuk membahas paket bantuan senilai 250 miliar dollar AS, saat pekerjanya banyak cuti akibat virus corona.

Paket yang diminta terdiri dari 150 miliar dollar AS sebagai bantuan langsung untuk sektor perhotelan dan 100 miliar dollar AS untuk perusahaan perjalanan terkait, termasuk bisnis konvensi.

Tak mau ketinggalan, restoran-restoran di AS meminta paket bantuan 455 miliar dollar AS, sebab industri ini berpotensi kehilangan hampir setengah dari 15,6 juta pekerjaannya dan setidaknya seperempat dari penjualan tahunannya karena wabah virus corona.


Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Reuters
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X