Kompas.com - 19/03/2020, 15:33 WIB
Ilustrasi rupiah Thinkstockphotos.com/ThamKCIlustrasi rupiah

JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah terus melemah terhadap dollar AS sejak Februari 2020 lalu.

Pelemahan rupiah didorong kekhawatiran investor global terhadap penyebaran virus corona.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan, bank sentral terus melakukan langkah stabilisasi rupiah. Bank sentral pun terus memperkuat kebijakan stabilisasi rupiah agar sesuai fundamental dan bekerjanya mekanisme pasar.

Baca juga: Rupiah Dekati Rp 16.000, Pemerintah Harus Terapkan Protokol Krisis?

Perry menyebut, BI telah menginjekasi likuiditas ke pasar keuangan dan perbankan dalam jumlah cukup besar.

Caranya antara lain dengan meningkatkan intensitas stabilisasi di pasar DNDF, pasar spot, dan pembelian SBN di pasar sekunder.

"Selama 2020, kami sudah membeli hampir Rp 195 triliun SBN yang dilepas asing," kata Perry dalam konferensi pers melalui live streaming.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bank sentral juga menambah repo dengan agunan SBN sebesar Rp 53 triliun.

Baca juga: Tembus 16.000, Berikut Kurs Rupiah terhadap Dollar AS di 5 Bank Besar

"Kami juga menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) rupiah sebesar Rp 51 triliun dan akan ditambah sekitar Rp 23 triliun per 1 April," ungkap Perry.

Untuk mendukung efektivitas kebijakan nilai tukar, bank sentral terus mengoptimalkan operasi moneter guna memastikan bekerjanya mekanisme pasar dan ketersediaan likuiditas baik di pasar uang maupun pasar valas.

Pada Maret 2020 ini nilai tukar rupiah sudah menembus level Rp 15.000 per dollar AS.

Kemudian pada Kamis (19/3/2020) hari ini sekira pukul 15.00, menurut data Bloomberg, kurs rupiah di pasar spot mencapai Rp 15.585 per dollar AS, anjlok 2,38 persen dibandingkan pada posisi pembukaan, yakni Rp 15.287 per dollar AS.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.