Di Tengah Virus Corona, BUMN Ini Ekspor 15 Ton Gurita ke Jepang

Kompas.com - 19/03/2020, 17:18 WIB
Anda bisa memilih udang botan, ikura, kepala gurita, uni, menuki (ayudai), hakkaku, dan iwashi untuk kaisen-don. Kaisen-don adalah nasi dengan tambahan sashimi segar sebagai topping. Kaisen-don dijual di Pasar Washo yang terletak di Kota Kushiro, Hokkaido bagian timur, Jepang. KARAKSA MEDIAAnda bisa memilih udang botan, ikura, kepala gurita, uni, menuki (ayudai), hakkaku, dan iwashi untuk kaisen-don. Kaisen-don adalah nasi dengan tambahan sashimi segar sebagai topping. Kaisen-don dijual di Pasar Washo yang terletak di Kota Kushiro, Hokkaido bagian timur, Jepang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan Umum Perikanan Indonesia ( Perum Perindo) menggenjot pendapatan dengan mengekspor hasil laut berupa gurita ke Jepang.

Virus corona yang sedang menyebar di Tanah Air tak menyurutkan BUMN perikanan ini untuk mengekspor gurita sebanyak 15 ton.

Ekspor 1 kontainer kali ini bernilai 75.150 dollar AS atau Rp 1,1 miliar (asumsi kurs Rp 15.000).

Baca juga: Bidik Potensi Bisnis di Natuna, Perindo Minta Modal ke Pemerintah

Direktur Operasional Perum Perindo Arief Goentoro mengatakan, ekspor ini merupakan tahap ketiga yang dikirim ke Jepang.

Sebelumnya, tahap pertama dan kedua telah diekspor pada November 2019 dan Februari 2020 dengan masing-masing kapasitas 15 ton.

“Hasil laut gurita ini merupakan produk asli dari Unit Pengolahan Ikan (UPI) kami di Natuna. Dari Natuna dikirim dulu ke Jakarta lalu diekspor langsung ke Jepang,” katanya dalam siaran pers, Kamis (19/3/2020).

Pengiriman dari Natuna ke Jakarta, tutur dia, dilakukan pada 30 Maret 2020.

Baca juga: Perindo Gandeng BUMN Kembangkan Lahan Idle untuk Tambak Udang

Selanjutnya, ekspor dari Jakarta ke Jepang dikirim pada 4 April 2020, melalui Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman Jakarta.

Adapun kegiatan ekspor tersebut merupakan hasil kerja sama antara Kementerian Kelautan dan Perikanan, Pemkab Natuna, dan Perum Perindo.

Permintaan ekspor meningkat

Di sisi lain, Arief memprediksi permintaan ekspor gurita dari Natuna kian meningkat mengikuti musim puncak mulai akhir 2019 hingga awal 2020.

Adapun Perum Perindo sendiri sudah secara rutin mengekspor produk olahan dari UPI Natuna, yang dikelola Perum Perindo ke Singapura melalui Tanjung Pinang sejak 2017.

"Selain gurita, produk dari Natuna untuk ekspor adalah ikan-ikan dasar seperti kakap, kerapu, angoli, dan kurisi," ujarnya.

Baca juga: KKP Ekspor Produk Perikanan Senilai Rp 13,3 Miliar ke 4 Negara

Perum Perindo mematok pendapatan usaha sebesar Rp 1,058 triliun pada 2020. Sementara itu, Perum Perindo menargetkan produksi ikan dan hasil laut lainnya mencapai 28.500 ton.

Target produksi tersebut meliputi produksi lini perdagangan 25.003 ton, lini penangkaan hasil laut 2.013 ton dan lini budidaya 1.484 ton.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X