BI Sudah Turunkan Suku Bunga, Saatnya Fokus ke Stimulus Fiskal

Kompas.com - 19/03/2020, 18:57 WIB
Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro dalam konferensi pers Mandiri Investment Forum 2020 di Plaza Mandiri Jakarta, Senin (27/1/2020). KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYAChief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro dalam konferensi pers Mandiri Investment Forum 2020 di Plaza Mandiri Jakarta, Senin (27/1/2020).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang menurunkan BI 7 Day Reverse Repo Rate (BI-7DRRR) sebesar 25 basis point (bps) menjadi 4,5 persen disambut positif.

Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan penurunan suku bunga oleh Bank Indonesia itu selaras dengan proyeksi tim ekonom Bank Mandiri. Dia menyebut usai suku bunga diturunkan, saatnya fokus pada stimulus fiskal.

"Sepertinya penurunan suku bunga ini merupakan yang terakhir dan sudah saatnya kita berfokus pada stimulus fiskal,” kata Andry dalam siaran pers, Kamis (19/3/2020).

Baca juga: Ini Penyebab BPJS Belum Bisa Jamin Layanan Kesehatan Akibat Wabah

Sebagai informasi, RDG Bank Indonesia pada 18-19 Maret 2020 memutuskan untuk menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 basis point (bps) menjadi 4,5 persen dari sebelumnya 4,75 persen.

Sementara suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 3,75 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 5,25 persen.

Andry sempat mengemukakan, ruang penurunan suku bunga didorong oleh langkah pre-emptive BI dalam mengantisipasi risiko perlambatan ekonomi global.

"Terutama akibat penyebaran virus Covid-19 dan dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini," sebut Andry.

Baca juga: Di Tengah Virus Corona, BUMN Ini Ekspor 15 Ton Gurita ke Jepang

Di sisi lain, kata Andry, laju inflasi masih relatif stabil dan terkendali, meskipun beberapa waktu terakhir terdapat kenaikan beberapa bahan makanan dan kebutuhan pokok seperti gula pasir dan bawang merah.

Inflasi sampai Februari 2020 secara tahunan tercatat sebesar 2,98 persen masih dalam rentang target BI yang sebesar 2 persen hingga 4 persen.

"Kami memperkirakan sepanjang tahun ini inflasi akan berada pada level 3,25 persen," proyeksinya.

Baca juga: Kebijakan Kerja dari Rumah Bikin Miliarder Ini Tambah Kaya, Kok Bisa?



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X