Pengusaha Keberatan dengan Pembatasan Pembelian Bahan Pokok, Mengapa?

Kompas.com - 20/03/2020, 07:27 WIB
Ilustrasi beras KOMPAS.comIlustrasi beras

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengusaha menilai langkah pemerintah melalui Satuan Tugas Pangan ( Satgas Pangan) membatasi pembelian sejumlah bahan kebutuhan pokok kurang tepat.

Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S Lukman mengatakan, saat ini ketersediaan stok bahan makanan, minuman serta bahan pangan olahan masih aman.

Bahkan menurut dia kebutuhan tersebut masih bisa mencukupi hingga bulan Juni.

Baca juga: Mentan: Stok 11 Bahan Pokok Aman hingga Agustus 2020

Pihaknya pun melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian telah meminta agar aturan mengenai pembatasan tersebut diubah.

"Pak Menko (Airlangga Hartarto) sudah bicara dengan Bareskrim. Kita semua sepakat itu bukan cara tepat. Kita tidak kekurangan barang, jadi tidak perlu ada yang dibatasi," ujar dia.

"Pak Menko akan membahas dengan Bareskrim supaya ini diubah," jelas Adhi.

Sebelumnya, Satgas Pangan Polri meminta pembelian sejumlah bahan kebutuhan pokok untuk kepentingan pribadi dibatasi.

Baca juga: Wabah Covid-19, Satgas Pangan Minta Pembelian Sejumlah Bahan Pokok Dibatasi

Permintaan itu tertuang dalam surat bernomor B/1872/III/Res.2.1/2020/Bareskrim tertanggal 16 Maret 2020. Pembatasan dilakukan demi menjaga stok bahan pangan di tengah wabah virus corona (covid-19).

Bahan pangan yang dibatasi yaitu beras maksimal 10 kilogram, gula maksimal 2 kilogram, minyak goreng maksimal 4 liter, dan mie instan maksimal dua dus.

 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X