OJK: Meski IHSG Terpuruk, Secara Fundamental Kinerja Emiten Bagus

Kompas.com - 20/03/2020, 15:54 WIB
Ilustrasi IHSG KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGIlustrasi IHSG

JAKARTA, KOMPAS.com - Pada pembukaan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jumat (20/3/2020), terlihat Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG) anjlok 4,31 persen. 

Melansir data RTI, pukul 09.05 WIB, IHSG menyentuh level 3.928,4 atau turun 177,01 poin dibanding penutupan Kamis 4.105,42. Selama sepekan IHSG telah turun cukup dalam yakni 19,77 persen.

Adapun pada titik terendah perdagangan, IHSG bahkan sempat menyentuh level 3.918.

Namun demikian, usai sesi I perdagangan, IHSG mencoba bangkit ke posisi 4.034,98.

Baca juga: Sesi Kedua, IHSG Bergerak Positif

Menanggapi anjloknya IHSG tersebut, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) Wimboh Santoso mengatakan, investor tidak perlu khawatir dengan gejolak indeks tersebut.

Sebab, dia menilai, pergerakan harga saham hingga saat ini lebih disebabkan oleh sentimen negatif virus corona (covid-19). Sementara secara fundamental, saham-saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) memiliki fundamental yang bagus.

"Tolong tidak perlu khawatir. Semua saham yang listing di Indonesia melalui pasar modal itu fundamentalnya bagus sebenarnya, ini karena sentimen negatif saja sebenarnya," kata Wimboh di Jakarta, Jumat (20/3/2020).

Dia pun mengatakan, OJK sebagai regulator di pasar modal akan selalu siap menjaga pasar dengan berbagai kebijakan yang sudah maupun yang akan digelontorkan jika diperlukan.

Bersama dengan BEI, OJK pun telah menerapkan kebijakan pelarangan transaksi short selling.

Artinya, investor menjual saham yang belum dimiliki atau jual kosong.

"Sekarang kan tidak boleh melakukan short selling karena ada potensi spekulasi. Di mana dia jual pagi hari, tapi dia gak punya barangnya. Ini nggak boleh," ujar dia.

Selain itu, OJK dan otoritas bursa juga menerapkan kebijakan rencana buyback, serta halt trade dan auto reject. Hal ini diharapkan bisa meredam gejolak pasar.

"Ke depan kalau diperlukan, berbagai opsi akan kita lakukan mulai dari yang soft sampai yang strong," ujar dia.

Dia pun meyakini dengan berbagai langkah yang telah dilakukan pemerintah bersama dengan Bank Indonesia (BI) serta OJK melalui relaksasi, kemudahan, insentif, bakal memperkecil dampak virus corona (covid-19) terhadap perekonomian.

Jika kondisi membaik maka sektor riil bisa kembali bergerak dan memberikan dampak kembali memberi dampak positif baik di pasar keuangan maupun pasar modal.

"Perbankan juga masih oke, normal, nggak perlu dikhawatirkan. Dan kita yakin sampai ini selesai, sektor riil akan berhasil membaik dan positif buat ekonomi kita," ujar dia.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X