Erick Thohir: Stok Obat Corona Bisa untuk 60.000 Pasien

Kompas.com - 20/03/2020, 18:26 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir saat kunjungan kerja ke Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (11/3/2020) KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONOMenteri BUMN Erick Thohir saat kunjungan kerja ke Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (11/3/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, saat ini BUMN farmasi telah menyiapkan obat untuk pasien corona. Obat tersebut sudah digunakan oleh beberapa negara.

“Jadi bukan kita ujug-ujug sok tahu sendirian, tapi karena obat ini juga sudah dipakai di beberapa negara,” ujar Erick dalam video conference dengan wartawan, Jumat (20/3/2020).

Erick menambahkan, dirinya telah memerintahkan BUMN farmasi untuk memperbanyak stok obat tersebut.

Baca juga: Erick Thohir: 31 Maret, 4,7 Juta Masker Buatan BUMN Siap Diedarkan

“Jumlahnya juga cukup signifikan, bisa sampai 60.000 pasien. Nah ini juga sudah kita siapkan, stoknya ada untuk yang sakit,” kata Erick.

Namun, Erick enggan mengungkapkan merk obat tersebut. Yang pasti, kata dia, obat tersebut telah digunakan oleh beberapa negara.

“Kita di BUMN Farmasi juga punya obat, tapi saya tidak bisa bicara mereknya apa, karena yang terpenting hari ini adalah bagaimana obat itu bisa tersedia untuk yang sakit, dan beberapa negara sudah melakukannya,” ucap dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyebut pemerintah sudah menyiapkan obat yang diyakini ampuh untuk menyembuhkan pasien Covid-19.

"Pemerintah juga telah menyiapkan obat dari hasil riset dan pengalaman beberapa negara untuk bisa mengobati Covid-19 ini sesuai resep dokter," kata Presiden Jokowi lewat siaran live streaming di akun YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (20/3/2020).

Ada dua jenis obat yang disiapkan. Pertama, Avigan. Kedua,Kloroquine.

Obat Avigan telah didatangkan sebanyak 500.000 butir. Pemerintah juga tengah memesan 2 juta butir obat tersebut. Sementara, obat Kloroquine, sudah disiapkan sebanyak 3 juta butir.

"Obat ini sudah dicoba oleh satu, dua, tiga negara dan memberikan kesembuhan," kata Presiden Jokowi.

Obat tersebut akan sampai ke pasien melalui dokter keliling dari rumah ke rumah, serta melalui rumah sakit dan puskesmas di kawasan terinfeksi.

"Saya minta BUMN farmasi yang memproduksi ini untuk memperbanyak produksinya," kata dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X