Kompas.com - 20/03/2020, 23:16 WIB
Ilustrasi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) TOTO SIHONOIlustrasi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengusaha disarankan untuk tidak melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), meski kondisi perekonomian sedang tidak menentu akibat wabah virus Corona.

"Karena ini bisa berbahaya bagi daya beli masyarakat maupun permintaan industri itu sendiri," kata Ekonom Indef, Bhima Yudistira Adhinegara, Jumat (20/3/2020).

Menurut dia, pemerintah perlu bertindak cepat untuk mendata perusahaan-perusahaan yang akan melakukan PHK. Sehingga bisa dipetakan per sektor untuk pemberian insentifnya.

Insentif yang dimaksud Bhima, bisa berupa potongan harga tarif listrik 40 persen bagi sektor industri padat karya. Kemudian, pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga bisa mempercepat restrukturisasi utang perusahaan.

"Intinya perusahaan dibantu agar nafasnya lebih panjang," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.