Driver Ojol Disarankan Fokus Antar Barang di Tengah Virus Corona

Kompas.com - 21/03/2020, 08:01 WIB
Pengemudi ojek online melintas di Jalan Mangga Dua Raya, Jakarat Pusat, Rabu (11/3/2020). Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi menaikan tarif ojek online untuk zona 2 atau wilayah Jabodetabek pada 16 Maret 2020. Kemenhub memutuskan untuk menaikan tarif batas bawah (TBB) ojol sebesar Rp 250 per kilometer (km) menjadi Rp 2.250 per km, dari sebelumnya Rp 2.000 per km. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPengemudi ojek online melintas di Jalan Mangga Dua Raya, Jakarat Pusat, Rabu (11/3/2020). Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi menaikan tarif ojek online untuk zona 2 atau wilayah Jabodetabek pada 16 Maret 2020. Kemenhub memutuskan untuk menaikan tarif batas bawah (TBB) ojol sebesar Rp 250 per kilometer (km) menjadi Rp 2.250 per km, dari sebelumnya Rp 2.000 per km.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengimbau kepada driver ojek online (ojol) untuk beralih fokus pengantaran dari penumpang, menjadi barang.

Hal ini menyusul kebijakan pemerintah untuk membatasi kegiatan belajar hingga kerja di luar rumah.

Staf Khusus Menteri Perhubungan Adita Irawati mengatakan, dengan adanya kebijakan pembatasan pergerakan orang tersebut berpotensi menurunkan jumlah penumpang ojol.

Baca juga: Driver Ojek Online Tolak Kebijakan Lockdown

Namun, Adita menyebutkan adanya peluang baru di tengah kondisi saat ini, yakni jasa pengiriman barang.

"Kami imbau ke pengemudi sekarang mungkin pengantaran orang turun. Tapi bisa dibilang pengantaran barang tinggi, mungkin ada peluang ini. karena orang andalkan ojol," tuturnya dalam video conference, Jumat (20/3/2020).

Lebih lanjut, dengan munculnya potensi baru tersebut, Adita meminta adanya peningkatan pelayanan yang fokus terhadap keselamatan dan kesehatan konsumen di tengah ancaman penyebaran virus corona.

"Yang penting protokol keselamatan dan kesehatan itu mungkin bisa diterapkan protokol lebih baik," katanya.

Baca juga: Kemenhub: Penumpang Transportasi Umum Turun hingga 70 Persen

Selain itu, Adita juga mendorong aplikator untuk melakukan penyesuaian terhadap algoritma pemesanan penumpang ojol, di tengah menurunnya aktifitas masyarakat saat ini.

"Sekarang kita minta apikator sesuaikan algoritmanya agar sesuaikan dengan WFH (work from home) ini," ujarnya.

Adita mengakui, saat ini pemerintah belum memiliki insentif khusus bagi para driver ojol.

"Saat ini belum ada insentif cuma imbau ke aplikator dan driver di balik penurunan penumpang ojol ada potensi kenaikan pengiriman barang," ucapnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X