Kompas.com - 22/03/2020, 09:00 WIB
Ilustrasi dollar AS Thinkstock.comIlustrasi dollar AS

JAKARTA, KOMPAS.com - Kegiatan investasi memang tidak ada matinya.

Selalu ada saja meski kondisi ekonomi di dalam maupun luar negeri tengah diliputi ketidakpastian, seperti sekarang ini. Tertekan oleh wabah virus corona atau COVID-19.

Pilihan instrumen investasi saat ini sangat banyak, termasuk yang ditawarkan perbankan. Salah satunya dalam bentuk deposito valuta asing atau valas.

Baca juga: Makin Kecil, Berikut Suku Bunga Deposito Perbankan Hari Ini

Seperti diketahui, kurs rupiah terus tertekan hingga menyentuh kisaran Rp 15.900 per dollar AS.

Investasi mata asing dilirik para investor atau masyarakat Indonesia karena dinilai cukup menggiurkan.

Jika di tahun ini, Anda berniat investasi di produk deposito valas, sebaiknya kenali dulu pengertian deposito valas, keunggulan dan risikonya, serta cara menanamkan modalnya, seperti dikutip dari Cermati.com.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pengertian Deposito Valas

Deposito valas adalah simpanan berjangka dalam berbagai pilihan mata uang asing, antara lain dalam bentuk dollar AS, dollar Singapura, euro, dollar Australia, poundsterling, yen Jepang, dollar Hong Kong, dan yuan China atau kini dikenal dengan Renminbi.

Salah satu bentuk deposito valas yang paling digandrungi, yaitu deposito dollar AS.

Baca juga: Mana Paling Untung, Tabungan, Deposito, Atau Investasi

Karena sifatnya berjangka, berarti penarikan atau pencairan dana pada deposito valas dilakukan pada jangka waktu tertentu sesuai perjanjian antara nasabah dengan bank. Contohnya tenor dari 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan, hingga 24 bulan.

 

Deposito valas biasanya mengikuti suku bunga internasional, namun persentase atau besarannya lebih rendah dibanding deposito dalam bentuk rupiah. Deposito valas menyasar segmen nasabah perorangan dan badan usaha.

Kelebihan Deposito Valas

Tingkat bunga rendah, tapi kok masih memilih deposito valas? Ya, itu karena investasi ini memiliki keunggulan atau kelebihan, antara lain sebagai berikut.

1. Perlindungan dari fluktuasi kurs rupiah

Sulit menebak pergerakan kurs rupiah. Mata uang Garuda selalu bergerak fluktuatif.

Kadang stabil, kadang menguat, tapi seringkali melemah. Banyak faktor yang mempengaruhi nilai tukar rupiah, bisa eksternal maupun internal.

Bagi Anda yang bekerja dan berpenghasilan dalam bentuk mata uang asing, bisnis, perjalanan wisata, sekolah, dan kepentingan lain, maka investasi deposito valas sangat menguntungkan karena mengurangi fluktuasi kurs rupiah.

Baca juga: Deposito Bank Vs Reksadana Pendapatan Tetap, Mana Lebih Untung?

2. Gratis biaya administrasi

Biasanya bank memberi gratis biaya administrasi kepada nasabah deposito valas. Jadi dana yang Anda taruh tetap utuh, sehingga keuntungannya jadi lebih besar.

3. Jangka waktu fleksibel

Mengingat produk deposito valas semakin banyak, bank punya cara untuk menarik minat nasabah. Salah satunya memberi keleluasaan dalam memilih tenor deposito sesuai keinginan.

Dengan begitu, perencanaan keuangan Anda dapat berjalan dengan mudah dan lancar.

4. Tingkat bunga memikat dibanding tabungan konvensional

Memang suku bunga deposito valas biasanya lebih kecil dibanding dalam bentuk rupiah. Namun bukan berarti tak menarik.

Bank akan memberikan bunga deposito sesuai nilai dan tenornya. Yang pasti suku bunga jadi daya tarik nasabah untuk berinvestasi di produk tersebut.

Baca juga: LPS: Bunga Deposito Perbankan Kian Turun

5. Tempat menyimpan kekayaan yang untung

Jika Anda bekerja di luar negeri, dan memperoleh gaji dalam valuta asing, seperti TKI, taruh pendapatan tersebut di deposito valas. Kan lumayan lebih untung dari bunga yang didapat setiap tahun.

Daripada menukar valas ke rupiah, lalu disimpan dalam bentuk produk tabungan. Malah akan tergerus inflasi.

 

Risiko Deposito Valas

Namanya investasi, pasti ada plus minus-nya. Ada kelebihan, ada juga kekurangan atau risikonya. Berikut ini kerugian investasi di deposito valas:

• Berlaku kurs jual dan kurs beli

Seperti mengonversi mata uang asing ke rupiah atau sebaliknya, nasabah akan dikenakan kurs jual atau beli saat menyetor dan mencairkan deposito valas.

Baca juga: Mau Investasi Deposito? Pertimbangkan 4 Hal Ini

Ini berlaku jika nasabah menyetor rupiah ke mata uang asing. Atau ketika mencairkan dari mata uang asing ke rupiah.

Akan tetapi, kurs jual atau kurs beli biasanya tidak berlaku apabila nasabah menyetor dan mencairkan dalam bentuk mata uang yang sama. Jadi, jangan terkecoh.

Tanyakan detail hal ini kepada pihak bank sebelum membuka atau mengajukan deposito valas.

Cara Investasi Deposito Valas

Tertarik investasi di produk deposito valas? Umumnya bank menetapkan beberapa syarat yang harus dipenuhi calon nasabah, antara lain sebagai berikut.

• Orang pribadi status Warga Negara Indonesia (WNI) maupun Warga Negara Asing (WNA)
• Menyerahkan KTP atau SIM atau paspor (fotokopi) untuk WNI, dan WNA menyerahkan fotokopi paspor serta Kartu Izin Menetap Sementara atau Kartu Izin Tinggal Sementara (KIMS atau KITAS)
• Untuk nasabah badan usaha, wajib menyerahkan fotokopi akta pendirian perusahaan, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), identitas pengurus perusahaan, serta surat kuasa asli
• Mengisi formulir lengkap untuk keperluan membuka deposito valas
• Setoran awal dengan besaran minimal sesuai ketentuan pihak bank.

Baca juga: Jangan Salah Hitung Bunga Deposito Bank, Begini Caranya

Investasi demi Masa Depan Keuangan Anda

Investasi merupakan salah satu cara tepat mengatur keuangan dan ‘menggandakan’ uang. Keuntungan besar bisa diperoleh, asalkan Anda mampu mengelola risikonya dengan baik.

Jangan tunda lagi investasi, sehingga masa depan keuangan Anda merana.

 

Artikel ini merupakan kerja sama Kompas.com dan Cermati.com. Isi sepenuhnya merupakan tanggung jawab Cermati.com.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.