BKPM Permudah Perizinan untuk Pengusaha Sektor Kesehatan

Kompas.com - 23/03/2020, 14:32 WIB
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia di Jakarta, Senin (17/2/2019). KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIAKepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia di Jakarta, Senin (17/2/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Koordinasi penanaman Modal ( BKPM) terus mengupayakan untuk memperlancar perizinan untuk pelaku usaha yang bergerak di sektor kesehatan.

"Kami dengan Kementerian Kesehatan sudah berkomitmen untuk menghadapi persoalan Corona maka usaha yang memiliki hubungan untuk menanggulangi dampak Covid ini, izinnya akan kami percepat dan kami prioritaskan," kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, Senin (23/3/2020).

Ia menyebutkan bahwa sebelum Corona terjadi mereka mendapatkan data bahwa izin usaha paling banyak datang dari sektor perdagangan dan menempati posisi peringkat kedua. Sementara setelah Corona izin usaha di sektor kesehatan melejit naik dan menggantikan posisi izin sektor perdagangan. 

Baca juga: BKPM: Investasi di Sektor Kesehatan Melejit Naik Akibat Corona

"Kita pikir bahwa di tengah virus Corona pengusaha dalam mengurus izin menurun ternyata tidak seperti itu dan tercatat mulai dari tanggal 2 sampai 18 Maret 2020 ada 240.178 yang melakukan permintaan izin," ujarnya dalam peluncuruan Command Center BKPM yang dilakukan via siaran langsung, Senin (23/3/2020).

Bahlil juga menyebutkan adapun jenis perizinan yang dipantau oleh BKPM seperti registrasi perusahaan, Nomor Induk Berusaha (NIB), Izin Usaha (IU) dan Izin Operasional Komersil (IOK).

"Saat ini kenaikan yang sangat terlihat pada aktivitas Nomor Induk Berusaha (NIB) sebesar 18,99 persen dari jumlah total sebelumnya sebanyak 39.618 NIB menjadi 47.144 NIB," jelasnya.

Sebelumnya posisi yang ditempati ini oleh sektor kesehatan berada pada posisi urutan keenam dan kini berada di urutan nomor dua menggantikan sektor perdagangan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X