Mungkinkah IHSG Bangkit Hari Ini?

Kompas.com - 24/03/2020, 08:13 WIB
Suasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018). IHSG dibuka pada 6.381,18 naik 22,56 poin dibandingkan penutupan perdagangan Jumat lalu. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGSuasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018). IHSG dibuka pada 6.381,18 naik 22,56 poin dibandingkan penutupan perdagangan Jumat lalu.

JAKARTA, KOMPAS.com –  Indeks harga saham gabungan ( IHSG) Senin (23/3/2020) diproyeksikan masih dalam tertekan.

Kemarin indeks acuan Bursa Efek Indonesia (BEI) ini ditutup pada level 3.989,51 atau turun 4,9 persen (205,42 poin) dibandingkan Jumat pekan lalau 4.194.94. 

Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan, meski masih diselimuti sentimen negatif, IHSG berpeluang naik meski tipis.

“Hari ini indeks bisa terkoreksi turun. Tapi nanti siang di sesi siang ada perbaikan indeksnya. Tapi Dow (Future) bisa bergerak hijau. Pasar kita bisa hijau, tapi tipis lah,” kata Has kepada Kompas.com.

Baca juga: IHSG Melorot, BEI Hentikan Sementara Perdagangan Saham

Dalam penutupan perdagangan terpantan indeks Dow Jones Future naik 1,2 persen. Namun indeks AS lainnya terpantau merah. Dollar Indeks turun 0,4 persen, S&P 500 turun 2,9 persen dan Nasdaq terkoresksi 0,27 persen.

Hal sama juga terjadi pada indeks saham Eropa. FTSE ditutup turun 3,7 persen sementara Xetra Dax juga terkoreksi 2,1 persen

Hans menyebut, turunnya indeks AS karena sentiment pasar yang kecewa karena parlemen AS tidak meloloskan paket stimulus 1 triliun dollar AS untuk membantu ekonomi dalam krisis corona ini.

“Kalau kita lihat faktor yang dominan di pasar itu, kekecewaan karena parleman AS gagal meloloskan paket stimulus 1 triliun dollar AS,” katanya.

Baca juga: Paket Stimulus Trump Digagalkan Senat, Wall Street Kembali Anjlok

Di sisi lain, sentimen yang membuat pasar khawatir adalah angka pasien yang terjangkit corona di seluruh dunia sudah mencapai 350.000 orang dan 15.000 orang meninggal akibat corona. Selain itu, kebijakan lockdown juga dikhawatirkan akan melambatkan ekonomi dan menimbulkan resesi.

Namun kabar baiknya, The Fed abru saja mengeluarkan stimulus dengan nilai unlimited.

“Jadi selama dibutuhkan dia bisa dipakai. Tadinya kan cuma 300 milliar dollar AS,” tambahnya.

Baca juga: Cara Investasi Saham yang Bebas Fear and Greed



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mentan Klaim Nilai Manfaat Subsidi Pupuk Capai 250 Persen

Mentan Klaim Nilai Manfaat Subsidi Pupuk Capai 250 Persen

Whats New
BUMN Logistik Ini Dapat Sertifikasi Sistem Manajemen Anti-Penyuapan

BUMN Logistik Ini Dapat Sertifikasi Sistem Manajemen Anti-Penyuapan

Rilis
Komisi IX Minta Dewas BPJS Kesehatan Terpilih Tak Kecolongan dan Mampu Benahi Internal

Komisi IX Minta Dewas BPJS Kesehatan Terpilih Tak Kecolongan dan Mampu Benahi Internal

Whats New
Soal Beras Impor Vietnam yang Rembes di Pasar, Ini Dugaan Kemendag

Soal Beras Impor Vietnam yang Rembes di Pasar, Ini Dugaan Kemendag

Whats New
Anggaran Kemenhub Dipangkas, Ketua Komisi V: Hal Terkait Keselamatan Tak Ada Tawar Menawar

Anggaran Kemenhub Dipangkas, Ketua Komisi V: Hal Terkait Keselamatan Tak Ada Tawar Menawar

Whats New
Dana Hasil Penjualan Surat Utang ORI019 untuk Membiayai Vaksinasi

Dana Hasil Penjualan Surat Utang ORI019 untuk Membiayai Vaksinasi

Whats New
Catatan Apik di Tengah Pandemi, Pendapatan GoFood Naik 20 Kali Lipat

Catatan Apik di Tengah Pandemi, Pendapatan GoFood Naik 20 Kali Lipat

BrandzView
Ini Syarat Bagi PNS untuk Ikuti Jabatan Fungsional

Ini Syarat Bagi PNS untuk Ikuti Jabatan Fungsional

Whats New
Panduan Cara Membuat Paspor via Online, Berikut Syarat dan Biayanya

Panduan Cara Membuat Paspor via Online, Berikut Syarat dan Biayanya

Spend Smart
Jadi Ketua Umum PB PASI, Luhut Ingin Benahi Keuangannya

Jadi Ketua Umum PB PASI, Luhut Ingin Benahi Keuangannya

Rilis
Pemerintah Bisa Dapat Porsi dari Laba LPI hingga 30 Persen

Pemerintah Bisa Dapat Porsi dari Laba LPI hingga 30 Persen

Whats New
Soal Pendaftaran Tanah secara Elektronik, Ini Kata Kementerian ATR

Soal Pendaftaran Tanah secara Elektronik, Ini Kata Kementerian ATR

Whats New
KKP Lepasliarkan 16.975 Ekor Benih Lobster Hasil Selundupan

KKP Lepasliarkan 16.975 Ekor Benih Lobster Hasil Selundupan

Whats New
Dewan Pengawas Sebut Dugaan Korupsi Dana Investasi BPJS Ketenagakerjaan Merupakan Potential Loss Selama 2020

Dewan Pengawas Sebut Dugaan Korupsi Dana Investasi BPJS Ketenagakerjaan Merupakan Potential Loss Selama 2020

Whats New
Platform Ini Terima Donasi Bitcoin untuk Bantu Korban Bencana Alam

Platform Ini Terima Donasi Bitcoin untuk Bantu Korban Bencana Alam

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X