Presiden Jokowi Beberkan Potensi Dampak Corona ke Beberapa Profesi

Kompas.com - 24/03/2020, 15:01 WIB
Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers terkait COVID-19 di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (16/3/2020). Presiden Joko Widodo meminta kepada kepala pemerintah daerah untuk berkomunikasi kepada pemerintah pusat seperti Satgas  COVID-19 dan Kementerian dalam membuat kebijakan besar terkait penanganan COVID-19, dan ditegaskan kebijakan lockdown tidak boleh dilakukan  pemerintah daerah. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/ama. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak APresiden Joko Widodo memberikan keterangan pers terkait COVID-19 di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (16/3/2020). Presiden Joko Widodo meminta kepada kepala pemerintah daerah untuk berkomunikasi kepada pemerintah pusat seperti Satgas COVID-19 dan Kementerian dalam membuat kebijakan besar terkait penanganan COVID-19, dan ditegaskan kebijakan lockdown tidak boleh dilakukan pemerintah daerah. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/ama.
Penulis Mutia Fauzia
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo membeberkan beberapa skenario yang telah dia perhitungkan mengenai dampak virus corona di Indonesia. Skenario tersebut meliputi skenario ringan hingga skenario buruk.

Hal itu ia sampaikan saat menggelar rapat dengan gubernur, walikota dan bupati se-Indonesia melalui konferensi video dari Istana Merdeka Jakarta, Selasa (24/3/2020).

Presiden lantas meminta pemerintah daerah melakukan realokasi anggaran yang kurang prioritas untuk percepatan penanganan pandemik virus corona (covid-19).

Baca juga: Pengusaha Tekstil Minta Tunda Bayar Listrik PLN, Ini Respons Erick Thohir

"Dan saya kira kita ingin berada pada skenario yang ringan. Dan kalau memang betul-betul sulit dibanding ya kita paling tidak masuk yang sedang, jangan sampai yang paling buruk," ujar dia.

Jokowi pun memaparkan beberapa skenario untuk setiap profesi yang bakal merasakan pukulan paling keras akibat virus coroan di setiap provinisi.

Untuk profesi buruh misalnya, Jokowi mengatakan profesi buruh yang akan mengalami penurunan pendapatan paling signifikan adalah buruh di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ini saya berbicara skenario sedang saja, misal profesi buruh. Kalau skenario sedang yang terparah di Nusa tenggara Barat. Akan ada penurunan pendapatan kurang lebih 25 persen. Karena hitungan kita, kita mampu bertahan di Juni sampai September," ujar dia.

Baca juga: Luhut: Rencana Lockdown Masih Dikaji

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X