Presiden Jokowi Beberkan Potensi Dampak Corona ke Beberapa Profesi

Kompas.com - 24/03/2020, 15:01 WIB
Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers terkait COVID-19 di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (16/3/2020). Presiden Joko Widodo meminta kepada kepala pemerintah daerah untuk berkomunikasi kepada pemerintah pusat seperti Satgas  COVID-19 dan Kementerian dalam membuat kebijakan besar terkait penanganan COVID-19, dan ditegaskan kebijakan lockdown tidak boleh dilakukan  pemerintah daerah. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/ama. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak APresiden Joko Widodo memberikan keterangan pers terkait COVID-19 di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (16/3/2020). Presiden Joko Widodo meminta kepada kepala pemerintah daerah untuk berkomunikasi kepada pemerintah pusat seperti Satgas COVID-19 dan Kementerian dalam membuat kebijakan besar terkait penanganan COVID-19, dan ditegaskan kebijakan lockdown tidak boleh dilakukan pemerintah daerah. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/ama.
Penulis Mutia Fauzia
|

Selain itu untuk petani dan nelayan, skenario penurunan pendapatan paling parah terjadi di Kalimantan Barat dengan penurunan pendapatan hingga 34 persen.

Adapun untuk pedagang mikro kecil, untuk skenario sedang yang paling terdampak parah adalah di kawasan Kalimantan Utara dengan penurunan pendapatan hingga 36 persen.

"Dan kemampuan bertahan di Agustus sampai Oktober. Kemudian untuk sopir angkot dan ojek yang paling berat di Sumatera Utara, turunnya sampai 44 persen," kata Jokowi.

Baca juga: Erick Thohir: Semua Bisa Terjangkit Corona, Harus Jaga Diri Masing-masing

Dia pun meminta agar pemerintah daerah memerhatikan berbagai kalkulasi yang telah dia berikan. Dengan demikian, harapannya pemerintah daerah mampu mempersiapkan kebutuhan bantuan sosial di setiap provinsi, kabupaten atau kota sesuai dengan prioritas mereka.

"Angka-angka seperti ini mohon juga dikalkulasi secara detil. Di daerah juga persiapan bantuan sosial oleh provinsi, kabupaten dan kota. Betul-betul disiapkan lewat refocusing dan realokasi anggaran yang ada," ujar dia.

Baca juga: Bayang-bayang Larangan Pulang Kampung di Lebaran 2020

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.